Tingkatkan Kapasitas Tim IBF Filipina, Tim Pusat Meteorologi Publik BMKG Jadi Pengajar dalam Webinar on Impact-Based Forecasting (IBF) and Warning System

  • Ibrahim
  • 29 Apr 2021
Tingkatkan Kapasitas Tim IBF Filipina, Tim Pusat Meteorologi Publik BMKG Jadi Pengajar dalam Webinar on Impact-Based Forecasting (IBF) and Warning System

Manila, (28/4) - Dalam rangka percepatan perubahan paradigma menjadi berbasis dampak pengurangan risiko bencana akibat kejadian cuaca eksrem, Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA) menyelenggarakan kegiatan "Webinar on Impact-Based Forecasting (IBF) and Warning System, pada tanggal 26 - 28 April 2021.

Sebelumnya, beberapa personil PAGASA mengikuti pelatihan yang diselenggarakan BMKG antara lain Training Workshop IBF for Regional Association V (7 - 9 Desember 2020) dan SCMG - IBF ASEAN (5 - 19 April 2021). Mempertimbangkan kapasitas BMKG dalam penerapan prediksi cuaca berbasis dampak, PAGASA mengundang kontribusi para ahli dan praktisi BMKG untuk menjadi narasumber dan pengajar dalam kegiatan ini.

Pelatihan dilaksanakan secara online menggunakan zoom meeting platform, diikuti sekitar 80 orang peserta yang terdiri dari para forecaster dan stakeholder di bidang penanggulangan bencana. Selama tiga hari peserta diberikan pemahaman tentang berbagai materi terkait oleh 11 pengajar dari Pusat Meteorologi Publik, Kedeputian Meteorologi.

Di hari pertama, peserta mempelajari perubahan paradigma dalam prediksi cuaca, konsep probabilistik, ensemble serta ketidakpastian prediksi cuaca. Di hari kedua, para pengajar yang juga praktisi IBF berbagi pengalaman terkait praktik baik (best practices) implementasi IBF di Indonesia, teknik untuk membuat matrik respon dan dampak, sekaligus memperdalam pemahaman terkait konsep dan pengembangan informasi berbasis risiko serta IBF Decision Support System.

Di hari ketiga, para stakeholder ikut bergabung dan secara berkelompok melakukan praktik pembuatan prakiraan berbasis dampak dan peringatan dini berbasis risiko. Di akhir sesi dilakukan paparan oleh tiap kelompok untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terkait materi.

"Saat ini cuaca ekstrem di Filipina semakin kerap terjadi. Teknologi dan kemajuan teknik prediksi tidak serta merta menjami berkurangnya dampak dan kerugian yang ditimbulkan. Berbagai kejadian bencana di Filipina, menimbulkan korban yang tidak sedikit. WMO merekomendasikan implementasi dari Multi-Hazard Impact Based Forecast (IBF) sebagai paradigma baru dalam sistem peringatan dini yang berfokus pada 'what the weather will do' dibandingkan sebelumnya sekadar "what the weather will be', demikian disampaikan oleh DR. Vincente B. Malano, Administrator of PAGASA dalam acara Pembukaan. Lebih lanjut, Malano menyampaikan harapannya agar BMKG dapat membagikan pengalaman dalam menerapkan IBF di Indonesia sebagai wawasan bagi para peserta.

Acara dibuka pada Senin 26 April 2021 secara virtual. Turut hadir dan memberikan sambutan adalah Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, M.Si sebagai perwakilan BMKG.

"Kisah sukses dalam perubahan paradigma IBF membawa banyak kemajuan pada institusi BMKG. Kami berkoordinasi dan berkomunikasi dengan lebih baik dengan para pemangku kepentingan dalam bidang penanganan bencana secara nasional dan diperkuat hingga ke tingkat lokal.

Di sisi lain, sebagai bentuk kontribusi pada penguatan kapasitas di regional, BMKG berbagi pengalaman dan keahlian melalui berbagai pelatihan bagi personil NHMS yang menjadi negara anggota ASEAN dan WMO RA-V," jelas Guswanto dalam sambutannya.

Pelatihan berlangsung sangat interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari para peserta. Selain berbagi pengetahuan dan pengalaman, tim pengajar juga memperkaya wawasan dengan mendengarkan pengalaman dari para peserta.

Secara umum, para peserta merasakan pengetahuan dan informasi yang diberikan sangat berguna dan dapat langsung diaplikasikan di tempat kerja, terutama dalam menghadapi kejadian ekstrem dan dampak yang menyertainya. Hal tersebut dikemukakan pada refleksi yang disampaikan oleh perwakilan peserta pada saat Penutupan. Juanito Galang, misalnya. Forecaster PAGASA ini mengatakan bahwa pelatihan ini sangat mengedukasi sekaligus memotivasi peserta untuk meningkatkan kualitas dari prediksi cuaca. Hal senada dikemukakan oleh rekannya, Nance Lance, yang menyatakan bahwa seluruh topik disampaikan dengan detail dan jelas. Ia juga menikmati sesi pembelajaran yang terasa interaktif. Lance optimis, hasil dari pelatihan akan bermanfaat dan sangat membantunya dalam tugasnya sehari-hari.

Dalam acara penutupan, Maria Cecilia A. Monteverde selaku the PAGASA IBF Team Leader, menyampaikan rencana ke depan terkait implementasi. Menurutnya, pelatihan ini memberikan gambaran bahwa mereka berada di fase awal implementasi. Maria berharap, asistensi dari BMKG dapat terus berlanjut dalam format kerjasama yang lebih intensif.

Mewakili BMKG, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan sekaligus Director of Indonesia WMO Regional Training Center (Ina-RTC), Drs. Maman Sudarisman, DEA menyambut baik harapan PAGASA.

"Dalam perspektif bilateral, kerjasama ini dapat diperluas dengan melakukan kolaborasi antara RTC Indonesia dan RTC Filipina. Kolaborasi ini dapat dilakukan dalam bentuk merancang aktivitas pelatihan lanjutan khusus untuk meningkatkan kemahiran personil di PAGASA, atau pun pengembangan perangkat lunak antar muka IBF. Bantuan lain yang dapat diberikan diantaranya dengan menyediakan narasumber bagi kegiatan shifting paradigm dan pekerjaan teknis terkait lainnya, " Maman menambahkan dalam sambutannya.

Rangkaian acara ditutup dengan penyampaian sertifikat kepada para narasumber dan kata sambutan oleh DR. Nathaniel T. Servando, Chief, Research & Development & Training Division Director, RTC Filipina. Selain ucapan terima kasih atas dedikasi para tim pengajar dan materi yang diberikan, Servando menyampaikan keyakinannya bahwa kegiatan ini berhasil menginspirasi para peserta sekaligus membekali dengan pemahaman yang lebih dalam terkait IBF sebagai paradigma baru dalam prediksi cuaca. Selaras dengan harapan Maman, Servando menyampaikan optimistisnya bahwa kerjasama BMKG - PAGASA akan terus ditingkatkan, utamanya dalam penguatan kapasitas personil dalam implementasi IBF baik di Filipina pada khususnya maupun Asia Tenggara pada umumnya.

Gempabumi Terkini

  • 07 Mei 2021, 00:42 WIB
  • 4.7
  • 10 km
  • 1.52 LS - 134.35 BT
  • Pusat gempa berada di laut 21 km Tenggara Ransiki
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Ransiki
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 21 km Tenggara Ransiki
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Ransiki
  • Selengkapnya →

Siaran Pers