Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb)

Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb) di Wilayah Indonesia

Periode 21 Maret 2026 - 27 Maret 2026

Potensi Awan Cb 21 Maret 2026 - 27 Maret 2026

FRQ/Frequent (>75%)

Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial >75% (FRQ/ Frequent) tanggal 21 Maret 2026 - 27 Maret 2026 diprediksi terjadi di:

  • -

OCNL/Occasional (50-75%)

Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75% (OCNL/ Occasional) tanggal 21 Maret 2026 - 27 Maret 2026 diprediksi terjadi di:

  • Aceh
  • Banten
  • Bengkulu
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Lampung
  • Laut Arafuru bagian Utara
  • Laut Arafuru bagian barat
  • Laut Arafuru bagian tengah
  • Laut Arafuru bagian timur
  • Laut Bali
  • Laut Banda
  • Laut Flores
  • Laut Jawa bagian barat
  • Laut Jawa bagian tengah
  • Laut Jawa bagian timur
  • Laut Maluku
  • Laut Seram
  • Laut Sulawesi bagian tengah
  • Laut Sulawesi bagian timur
  • Maluku
  • Nusa Tenggara Timur
  • Papua
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Tengah
  • Riau
  • Samudra Hindia barat Aceh
  • Samudra Hindia barat Bengkulu
  • Samudra Hindia barat Lampung
  • Samudra Hindia selatan Banten
  • Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat
  • Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur
  • Samudra Hindia selatan NTB
  • Samudra Hindia selatan NTT
  • Samudra Pasifik utara Maluku
  • Samudra Pasifik utara Papua
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
  • Selat Makassar bagian selatan
  • Selat Makassar bagian tengah
  • Selat Makassar bagian utara
  • Selat Malaka bagian tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Utara
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Sumatera Utara
  • Teluk Bone

Keterangan

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan dari model cuaca numerik untuk mendapatkan informasi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Indonesia yang berlaku untuk 7 (tujuh) hari kedepan. Dalam informasi ini terdapat tiga kategori persentase cakupan spasial maksimum yang divisualisasikan/ditampilkan sebagai warna biru muda, ungu dan hijau.

  • ISOL CB (Isolated CB): terdapat awan Cumulonimbus dengan cakupan area kurang dari 50%
  • OCNL CB (Occasional CB): terdapat awan Cumulonimbus dengan cakupan area berkisar 50–75 %
  • FRQ CB (Frequent CB): terdapat awan Cumulonimbus dengan cakupan area lebih dari 75%
Survei Pengguna Web/AplikasiLihat