Seminar Ilmiah "Kejadian Ekstrem dan Perubahan Iklim"

  • HB Risya
  • 24 Agu 2022
Seminar Ilmiah "Kejadian Ekstrem dan Perubahan Iklim"

Jakarta - Selasa (23/8). Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG menyelenggarakan seminar ilmiah dengan tema "Kejadian Ekstrem dan Perubahan Iklim" yang akan membahas lebih rinci tentang kejadian ekstrem dan perubahan iklim serta dampaknya pada masyarakat terutama pada pertanian. Acara ini dilaksanakam secara Hybrid, yakni di Auditorium Lt. 1 Gedung A BMKG Pusat serta melalui virtual zoom meeting.

Dr. Supriyanto Rohadi sebagai Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG dalam pengantarnya mengatakan hujan lebat yang mengakibatkan banjir pada bulan yang seharusnya musim kemarau adalah bagian dari cuaca ekstrem.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam sambutan pembukaannya menyampaikan BMKG harus melompatkan kapasitas dari mulai aspek daya analitik dengan mendeteksi, memperediksi, dan memproyeksikan fenomena yang sering berubah sedini mungkin. BMKG tidak bisa bekerja sendiri, oleh karena itu harus memperkuat jaringan sistem dan kerjasama dengan banyak pihak terutama para pakar atmosfer dan iklim, ujarnya.

Seminar ini dihadiri oleh lima narasumber, diantaranya adalah Dr. Supari dari Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG, yang membahas mengenai proyeksi iklim ekstrem di Indonesia berbasis simulasi CORDEX-SEA, Eddy Hermawan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berbicara mengenai perubahan iklim dan kejadian ekstrem, Yonny Koesmaryono dari Institut Pertanian Bogor yang membahas kejadian esktrem dan perubahan serta iklim dampak pada pertanian dan ketahanan pangan, Dr. Donaldi S. Permana dari Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG, yang menyampaikan mengenai proyeksi iklim esktrem di Pulau Jawa, dan Kharmila Sari Hariyanti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian, yang berbicara mengenai pengelolaan sumber daya iklim dan air dalam adaptasi perubahan iklim guna mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan.

Setelah paparan dari para pembicara, kegiatan ini juga mengadakan sesi diskusi serta tanya jawab dari peserta seminar dengan para pembicara. Kegiatan ini dihadiri selain dari Pegawai BMKG Pusat, juga dihadiri oleh Pegawai BMKG dari UPT Daerah, Taruna Taruni STMKG, Pemerhati Iklim dan Cuaca, serta Para Stakeholder terkait.

Gempabumi Terkini

  • 03 Desember 2022, 16:49:41 WIB
  • 6.4
  • 118 km
  • 7.51 LS - 107.52 BT
  • Pusat gempa berada di darat 52 km BaratDaya Kab-Garut
  • Dirasakan (Skala MMI): IV Garut, III Ciamis, III Kalapanunggal, III Sumur, III Tasikmalaya, II - III Pamoyanan, II - III Panimbang, III Soreang, III Kopo, II - III Sumedang, II - III Lembang, II - III Cikeusik, II - III Labuan, II - III Purworejo, II - III Bantul, II - III Kulon Progo, II - III Kebumen, II Cikembar, II Pelabuhan Ratu, II Cugenang, II Bandung , II Bogor, II Cilacap, II Sawarna, II Cireunghas, II Bojong, II Yogyakarta, II Wonosobo, II Karangkates, II Trenggalek
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 52 km BaratDaya Kab-Garut
  • Dirasakan (Skala MMI): IV Garut, III Ciamis, III Kalapanunggal, III Sumur, III Tasikmalaya, II - III Pamoyanan, II - III Panimbang, III Soreang, III Kopo, II - III Sumedang, II - III Lembang, II - III Cikeusik, II - III Labuan, II - III Purworejo, II - III Bantul, II - III Kulon Progo, II - III Kebumen, II Cikembar, II Pelabuhan Ratu, II Cugenang, II Bandung , II Bogor, II Cilacap, II Sawarna, II Cireunghas, II Bojong, II Yogyakarta, II Wonosobo, II Karangkates, II Trenggalek
  • Selengkapnya →

Siaran Pers