Peningkatan Kapasitas Pengamat Pos Hidrologi Melalui Sekolah Lapang Iklim

  • Rachmat Hidayat
  • 14 Sep 2021
Peningkatan Kapasitas Pengamat Pos Hidrologi Melalui Sekolah Lapang Iklim

Kupang - Rabu (8/9) - Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT 2) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dalam kegiatan "Sekolah Lapang Iklim Tematik Demi Peningkatan Kapasitas Pengamat Pos Hidrologi Wilayah Sungai Noelmina". Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim - Kedeputian Klimatologi BMKG, Marjuki, M.Si melalui dalam jaringan online. Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab salah satu tujuan dari Suistanable Development Goal's point 6 terkait Air dan Sanitasi yang memiliki tujuan besar untuk "Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua". Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari (tanggal 8 September 2021 - 10 September 2021) dengan ijin Satuan Tugas COVID 19 Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kepolisian Republik Indonesia dengan mengutamakan protokol kesehatan sesuai dengan peraturan pemerintah Republik Indonesia seperti peserta diwajibkan untuk melakukan Rapid Antigen sebelum dan sesudah kegiatan, disamping itu peserta diwajibkan untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan selama pelaksana kegiatan ini berlangsung.

Dikutip dari halaman website Kementrian PUPR, Menteri PUPR dalam hal ini Basuki Hadimuljono yang memiliki keinginan besar untuk memperdalam kerjasama antara BMKG dan PUPR untuk kesiapan infrastruktur dan transportasi dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologis dan beliau juga menaruh harapan besar untuk dapat bekerjasama dengan BMKG mulai dari tahap perencanaan pembangunan hingga operasional pemeliharaannya. Kegiatan "SLI Tematik Untuk Peningkatan Pengamat Pos Hidrologi WS. Noelmina" sebagai salah satu langkah awal dalam meningkatkan kerjasama yang diharapkan.

Dalam sambutannya, Marjuki menyampaikan apresiasi yang sebesarnya-besarnya terhadap kolaborasi lintas sektoral perdana antara BWS NT 2 dengan Stasiun Klimatologi Kupang, selain itu dia juga menyoroti bahwa air merupakan kebutuhan mendasar dari masyarakat umum di negeri ini, khususnya masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologis pada setiap tahunnya, untuk bisa melakukan adaptasi dan mitigasi dini seperti melakukan perencanaan hingga pengelolan terhadap kelebihan air ketika periode musim hujan yang dapat digunakan ketika periode musim kemarau. Hal senada juga disampaikan oleh Yohanes Harapan, ST, M.Si selaku Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, kegiatan ini sangat berperan penting demi meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) BWS NT II khususnya rekan-rekan pengamat hidrologi, untuk dapat melakukan troubleshooting ketika alat bermasalah di wilayah kerjanya masing-masing serta SDM Balai Wilayah Sungai NT II terkait memahami informasi iklim yang secara rutin diterbitkan oleh BMKG dalam hal ini Stasiun Klimatologi Kupang.

Ayu Noftiar Adelin yang juga selaku ketua tim pelaksana utama kegiatan kolaborasi ini juga menyampaikan apresiasi kepada Stasiun Klimatologi Kupang yang juga menginisisasi hingga kegiatan ini dapat terlaksana. Rahmattulloh Adji yang juga selaku Kepala Stasiun Klimatologi Kupang menyampaikan hal yang serupa dan mengucapkan limpah terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pejabat dan renak-rekan Balai Wilayah Sungai NT II yang telah menerima tawaran dari kolaborasi ini, disamping itu Adji juga menekankan bahwa kegiatan kolaborasi ini tidak hanya berhenti sampai disini namun akan terus terjalin secara berlanjut karena masih banyak pekerjaan lain yang terus berhubungan dengan BWS NT II misalnya seperti penyelarasan peralatan klimatologi milik BWS dan BMKG hingga mendiseminasikan dalam portal Sistem Informasi Hidrometeorologi, Hidrologi dan Hidrogeologi (SIH3).

Adapun materi-materi yang dibahas dalam kegiatan diantaranya, Pengenalan Unsur Cuaca dan Proses Terjadinya Hujan, Pemanfaatan Informasi Cuaca dan Iklim Terhadap Neraca Air, Kearifan Lokal dan Kaitannya Terhadap Informasi Iklim BMKG, Fungsi Hidrologi pada Daerah Aliran Sungai, Standard Operating Procedure Pengelolaan Pos Hidrologi, Pengenalan Alat Ukur Cuaca dan Alat Ukur Curah Hujan Sederhana serta Alat Hidrologi, Prosedur dan Instruksi Kerja Pengamatan, Pencatatan dan Pelaporan Data Hidrologi serta Partisipasi Petugas dalam Mengatasi Kerusakan Ringan, Pemahaman Informasi Iklim BMKG, Praktek Peralatan Cuaca dan Hidrologi.

Gempabumi Terkini

  • 19 September 2021, 06:38:52 WIB
  • 4.8
  • 42 km
  • 7.47 LS - 106.78 BT
  • Pusat gempa berada di laut 59 Km Tenggara Kab. Sukabumi
  • Dirasakan (Skala MMI): III Cisurupan, III Cikajang, III Ciamis, III Pangandaran, III Karangnunggal, III Ciherang, III Pangalengan, III Gardu, III Cihurip
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 59 Km Tenggara Kab. Sukabumi
  • Dirasakan (Skala MMI): III Cisurupan, III Cikajang, III Ciamis, III Pangandaran, III Karangnunggal, III Ciherang, III Pangalengan, III Gardu, III Cihurip
  • Selengkapnya →

Siaran Pers