
Kembali ke Prospek Cuaca Mingguan
Prospek Cuaca Mingguan Periode 24 Februari – 02 Maret 2026: MJO dan Gelombang Ekuator Perkuat Potensi Pertumbuhan Awan Hujan di Sejumlah Wilayah
23 February 2026
Fautia Erfanisa
Prospek Cuaca Mingguan

MJO dan Gelombang Ekuator Perkuat Potensi Pertumbuhan Awan Hujan di Sejumlah Wilayah
Pada periode 20–23 Februari 2026, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di DK Jakarta (179,7 mm/hari) dan Jawa Barat (168,5 mm/hari). Selain itu, hujan dengan intensitas sangat lebat juga tercatat di Nusa Tenggara Timur (127,7 mm/hari), Banten (111,6 mm/hari), dan Sulawesi Selatan (101,0 mm/hari). Pada periode yang sama, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat juga masih terjadi di berbagai daerah lain, menunjukkan bahwa hujan masih mendominasi di sebagian wilayah dengan intensitas yang bervariasi.
Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah. Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau berada pada fase 2 (Indian Ocean) dan secara spasial aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama bagian barat hingga tengah. Selain itu, gelombang ekuator, seperti Gelombang Kelvin, juga terpantau aktif di sejumlah wilayah, sehingga turut
berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di Indonesia.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan bahwa fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia. Pada skala global, La Niña dengan kategori lemah masih terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.
Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan memasuki fase 3 (Indian Ocean) dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara,
Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Barat. Selain itu, Gelombang Equatorial Rossby diprediksi aktif di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan. Kondisi tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, dinamika atmosfer di wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah yang berada di Samudra Hindia barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik yang terbentuk di Laut Sulu, Perairan Utara Papua, dan Kalimantan Barat. Sistem-sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) memanjang di Samudra Hindia barat daya Lampung, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, Pesisir Kalimantan Timur, dan di Pesisir utara Papua. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik maupun di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan
Periode 24 – 26 Februari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan,
Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
- Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Tengah.
- Angin Kencang: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.
Periode 27 Februari – 2 Maret 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan. Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
- Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
- Angin Kencang: Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG
Imbauan
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai
kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.
Sebagai dukungan bagi keselamatan perjalanan, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca khusus jalur perjalanan melalui Digital Weather for Traffic (DWT) yang telah terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan, mulai dari lokasi keberangkatan hingga tujuan akhir sesuai kebutuhan pengguna, dan dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman signature.bmkg.go.id/dwt.
Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.
Catatan:
Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 23 Februari 2026,
15.00 WIB.
Jakarta, 23 Februari 2026
Direktorat Meteorologi Publik BMKG
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.