
Kembali ke Prospek Cuaca Mingguan
Prospek Cuaca Mingguan Periode 17 – 23 Februari 2026: Waspada Potensi Hujan Signifikan Selama Libur Imlek dan Awal Bulan Ramadhan!
16 February 2026
Nurul Izzah Fitria
Prospek Cuaca Mingguan

Waspada Potensi Hujan Signifikan Selama Libur Imlek dan Awal Bulan Ramadhan!
Selama periode 12 – 16 Februari 2026, BMKG mengamati kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sebagian wilayah Indonesia. Pada periode ini, puncak curah hujan harian berada pada kategori sangat lebat, masing-masing tercatat di wilayah Lampung (143.0 mm/hari), Sulawesi Selatan (140.5 mm/hari), Bangka Belitung (134.4 mm/hari), Kalimantan Barat (113.7 mm/hari), DI Yogyakarta (110.0 mm/hari).
Kondisi tersebut terjadi seiring dinamika atmosfer yang aktif dan berubah cepat, sehingga mendorong pertumbuhan awan hujan secara lebih masif di beberapa wilayah. Berdasarkan analisis terkini, peningkatan hujan signifikan ini berkaitan dengan penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan yang kuat, sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan. Di samping itu, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) bernilai negatif di sebagian wilayah Indonesia juga mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal dan meningkatnya aktivitas konvektif. Lebih lanjut, kombinasi aktivitas Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin yang terpantau aktif di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua turut berkontribusi terhadap penguatan proses konvektif di kawasan tersebut.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
Dalam sepekan kedepan, BMKG memprakirakan bahwa aktivitas fenomena atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cuaca di Indonesia. Pada skala global, nilai SOI dan Niño3.4 menunjukkan kondisi La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga diprediksi turut memengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Aktivitas MJO diprakirakan masih berada pada fase Indian Ocean dalam beberapa hari ke depan, sehingga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah. Selanjutnya, kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuator dan Low Frequency terpantau aktif di wilayah Samudra Hindia barat Sumatra hingga barat daya Jawa, Perairan barat Sumatra, Sumatra bagian utara hingga tengah, Selat Malaka, Laut China Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Samudra Pasifik utara Papua hingga timur laut Papua Nugini.
Dalam beberapa hari ke depan, Monsun Asia masih diprakirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan. Kondisi tersebut diperkuat dengan Indeks Surge yang diprediksi signifikan dalam beberapa hari ke depan. Lebih jauh lagi, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia Barat Daya Lampung, Barat Aceh, Perairan barat Kalimantan Barat, dan Samudera Pasifik utara Papua. Dengan kelembapan udara yang juga masih tinggi, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan
Periode 17 – 19 Februari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
- Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
- Angin Kencang: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Papua Selatan.
Periode 20 – 23 Februari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Kep. Riau, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
- Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Jawa Timur, Bali, dan Papua Pegunungan.
- Angin Kencang: Jambi, Riau, Kep. Riau, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Maluku bagian tenggara.
Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG.
Imbauan
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.
Sebagai dukungan bagi keselamatan perjalanan, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca khusus jalur perjalanan melalui Digital Weather for Traffic (DWT) yang telah terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan, mulai dari lokasi keberangkatan hingga tujuan akhir sesuai kebutuhan pengguna, dan dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman signature.bmkg.go.id/dwt.
Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.
Catatan: Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 16 Februari 2026, 16.30 WIB.
Jakarta, 16 Februari 2026
Direktorat Meteorologi Publik BMKG
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.