Kembali ke Prospek Cuaca Mingguan

Prospek Cuaca Mingguan Periode 20 – 26 Februari 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat di Awal Bulan Ramadhan 2026: Monsun Asia dan Gelombang Ekuator Masih Mempengaruhi

19 February 2026

Nurul Izzah Fitria

Prospek Cuaca Mingguan

Prospek Cuaca Mingguan Periode 20 – 26 Februari 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat di Awal Bulan Ramadhan 2026: Monsun Asia dan Gelombang Ekuator Masih Mempengaruhi

Waspada Potensi Hujan Lebat di Awal Bulan Ramadhan 2026: Monsun Asia dan Gelombang Ekuator Masih Mempengaruhi 

Pada periode 17 – 19 Februari 2026, BMKG mencatat adanya hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Puncak curah hujan harian pada periode ini tercatat pada kategori ekstrem, masing-masing tercatat di wilayah Sumatra Barat (176.3 mm/hari), Aceh (130.9 mm/hari), Bengkulu (129.6 mm/hari), Bali (108.5 mm/hari), dan Kalimantan Barat (90.1 mm/hari).

Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh perubahan cepat dalam dinamika atmosfer yang menyebabkan pembentukan awan hujan yang lebih intens di beberapa daerah. Berdasarkan analisis terbaru, fenomena ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia yang membawa angin baratan yang kuat, mempercepat terbentuknya awan konvektif, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.

Di sisi lain, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang menunjukkan nilai negatif di beberapa wilayah Indonesia mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal, disertai dengan peningkatan aktivitas konveksi dan gelombang atmosfer ekuator. Gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) yang kini terpantau di bagian barat Indonesia berkontribusi pada peningkatan curah hujan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi Utara. Lebih jauh lagi, gabungan aktifnya Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua semakin memperkuat proses konveksi di kawasan-kawasan tersebut. 

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan bahwa fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia. Pada skala global, kondisi La Niña lemah yang terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4 berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.

Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi akan terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan masih berada pada fase Indian Ocean, yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selanjutnya, kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa Bagian Barat, Laut Jawa Bagian Tengah, Perairan Bengkulu, Sumatera Selatan, Samudra Hindia Barat Bengkulu.

Monsun Asia masih diprakirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan untuk sepekan kedepan. Lebih jauh lagi, sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten dan Kalimantan Barat. Dengan kelembapan udara yang juga masih tinggi, serta Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di beberapa wilayah, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia.

Prospek Cuaca Sepekan ke Depan

Periode 20 –  22 Februari 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DK Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
  • Angin Kencang: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Periode 23 – 26 Februari 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan.
  • Angin Kencang: Sumatera Barat, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Barat. 

Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG

Imbauan

Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.

Sebagai dukungan bagi keselamatan perjalanan, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca khusus jalur perjalanan melalui Digital Weather for Traffic (DWT) yang telah terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan, mulai dari lokasi keberangkatan hingga tujuan akhir sesuai kebutuhan pengguna, dan dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman signature.bmkg.go.id/dwt.

Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.

Catatan: Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 19 Februari 2026, 15.10 WIB.

Jakarta, 19 Februari 2026

Direktorat Meteorologi Publik BMKG

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Prospek Cuaca Mingguan Lainnya

Prospek Cuaca Mingguan Periode 20 – 26 Februari 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat di Awal Bulan Ramadhan 2026: Monsun Asia dan Gelombang Ekuator Masih Mempengaruhi

Prospek Cuaca Mingguan Periode 20 – 26 Februari 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat di Awal Bulan Ramadhan 2026: Monsun Asia dan Gelombang Ekuator Masih Mempengaruhi

Prospek Cuaca Mingguan Periode 17 – 23 Februari 2026: Waspada Potensi Hujan Signifikan Selama Libur Imlek dan Awal Bulan Ramadhan!

Prospek Cuaca Mingguan Periode 17 – 23 Februari 2026: Waspada Potensi Hujan Signifikan Selama Libur Imlek dan Awal Bulan Ramadhan!

Prospek Cuaca Mingguan Periode 13–19 Februari 2026: MJO Menguat Sepekan ke Depan, Waspada Potensi Hujan Signifikan di Wilayah Indonesia Bagian Barat

Prospek Cuaca Mingguan Periode 13–19 Februari 2026: MJO Menguat Sepekan ke Depan, Waspada Potensi Hujan Signifikan di Wilayah Indonesia Bagian Barat