Tingkatkan Pengetahuan Petani Antisipasi Dampak Iklim Ekstrim, BMKG Gelar SLI Operasional di Temanggung

  • Ibrahim
  • 13 Apr 2021
Tingkatkan Pengetahuan Petani Antisipasi Dampak Iklim Ekstrim, BMKG Gelar SLI Operasional di Temanggung

Jakarta - Dalam rangka meningkatan pengetahuan petani untuk mengantisipasi dampak fenomena iklim ekstrim, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dalam hal ini diwakili oleh Stasiun Klimatologi Semarang kembali menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional yang berlangsung di Desa Tuksari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah pada Minggu, (11/4).

SLI dilaksanakan BMKG dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah, para petugas lapang dan penyuluh pertanian, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat petani, untuk melakukan langkah strategis agar para petani tetap bisa beraktivitas dan mampu meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19 dengan berbasis konsultasi virtual/daring.

Sukisno sebagai Koordinator BMKG Propinsi Jateng menjelaskan bahwa SLI merupakan suatu kegiatan interaktif menggunakan metode Belajar Sambil Praktek dengan beberapa tahapan dimana para petani/peserta belajar mengidentifikasi sendiri permasalahan yang terjadi. Kemudian petani dapat mengungkapkan permasalahan tersebut kepada rekan-rekan sesama peserta dan juga kepada PPL/POPT dilanjutkan dengan menganalisa, menyelidiki sebab terjadinya permasalahan dalam lahan belajar. Setelah diketahui penyebab masalahnya lalu disimpulkan dan antisipasinya. Selanjutnya para petani menerapkan solusi dari permasalahan yang telah dihadapi berdasarkan pengalaman yang sudah dipelajari.

SLI yang diikuti 30 peserta terdiri dari 5 penyuluh pertanian dan selebihnya petani bawang di Desa Tuksari itu akan berlangsung secara virtual/daring serta praktik langsung di lapangan sebanyak 5 kali pertemuan dalam waktu sekitar 4 bulan dalam satu musim tanam. Praktik di lapangan akan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

Sekretaris Daerah Temanggung, Hary Agung Prabowo, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa wilayah yang dipimpinnya sangat mendukung untuk pengembangan komoditas unggul salah satunya bawang merah, namun petani sering kali mengalami gagal panen karena dampak perubahan dan gangguan iklim sehingga petani harus merugi.

"Sektor pertanian sangat terbantu dengan adanya informasi dari BMKG, sehingga dapat menjadi rujukan untuk merencanakan kegiatan penanaman, pemupukan, pemeliharaan, dan kegiatan budidaya lainnya," kata Sekda Temanggung.

Dia menambahkan, fenomena perubahan iklim tidak bisa dikendalikan namun kecakapan dalam membaca fenomena tersebut sangat penting karena menjadi landasan untuk untuk melaksanakan aktivitas pertanian.

Dalam sambutannya, Dwikorita menjelaskan bahwa SLI ini diselenggarakan dengan mempertimbangkan kondisi iklim, topografi serta masukan dari masyarakat, aparat setempat serta penyuluh petani. "Sehingga diharapkan dengan SLI ini dapat dipahami dan juga dapat diprediksi kondisi cuaca seminggu ke depan dan kita sudah tahu kondisi iklimnya saat ini masih ada hujan", tutur beliau.

Ia melanjutkan, "jadi kita bisa memanfaatkan sisa musim hujan ini agar dapat diperolah panen yang lebih dari biasanya dan waktu panen ini tidak bersamaan dengan petani lain, tidak banyak pesaingnya. Seperti tahun lalu panennya agak berbeda dengan (petani) yang lain sehingga harga panennya lebih bagus".

Dwikorita berharap dengan adanya SLI ini dapat memberi motivasi bagi para petani dengan lebih memahami cuaca dan iklim, dapat meningkatkan tidak hanya hasil panen, tetapi juga kesejahteraan mereka.

Dalam SLI ini hadir pula Ir.Sudjadi, Anggota Komisi V DPR RI sebagai salah satu inisiator kegiatan tersebut, juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kab Temanggung, Joko Budi Nuryanto SP. M.Si., Ketua DPRD Kab. Temanggung yang diwakili oleh Drs. Tunggul Purnomo, Kepala Balai Besar Wilayah II, Hendro Nugroho. serta Koordinator BMKG Jawa Tengah, Sukasno.

Gempabumi Terkini

  • 05 Desember 2021, 08:10:56 WIB
  • 5.3
  • 10 km
  • 1.80 LS - 140.64 BT
  • 87 km BaratLaut JAYAPURA-PAPUA
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers