Kembali ke Prospek Cuaca Mingguan

Prospek Cuaca Mingguan Periode 29 Agustus – 04 September 2025: Hujan Signifikan di Sebagian Wilayah Indonesia, Namun Resiko Karhutla di Wilayah Yang Kering Masih Mengintai

28 August 2025

Habib Burrahman

Prospek Cuaca Mingguan

Prospek Cuaca Mingguan Periode 29 Agustus – 04 September 2025: Hujan Signifikan di Sebagian Wilayah Indonesia, Namun Resiko Karhutla di Wilayah Yang Kering Masih Mengintai

Hujan Signifikan di Sebagian Wilayah Indonesia, Namun Resiko Karhutla di Wilayah Yang Kering Masih Mengintai

Saat ini, sekitar 62% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih kerap turun di bagian barat dan tengah Indonesia, sedangkan hujan sedang hingga lebat lebih sering terjadi di wilayah timur. Dalam periode 26–28 Agustus, BMKG mencatat curah hujan lebat berkisar 50–100 mm/hari, antara lain di Sulawesi Utara (60,6 mm/hari), Jawa Barat (58,6 mm/hari), Papua Tengah (59,8 mm/hari), Kalimantan Selatan (72,0 mm/hari), dan Maluku Utara (66,3 mm/hari).

Fenomena hujan signifikan tersebut dipicu oleh berbagai faktor atmosfer. Aktivitas gelombang atmosfer yang sedang aktif, ditambah suhu permukaan laut yang  hangat, meningkatkan pembentukan awan hujan. Selain itu, sirkulasi siklonik di Papua Tengah dan Sulawesi Barat memperkuat proses konveksi akibat adanya perlambatan angin di sekitar wilayah tersebut. Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 93W di Laut Filipina juga turut menimbulkan belokan angin di wilayah tengah dan timur Indonesia, sehingga potensi hujan semakin meningkat.

Di sisi lain, hasil pemantauan citra satelit cuaca pada 27 Agustus menunjukkan terdapat 29 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Sumatera. Sementara itu, di beberapa wilayah lain teridentifikasi hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah, yakni 11 titik di Jawa, 1 titik di Nusa Tenggara, 2 titik di Sulawesi, dan 2 titik di Maluku. Kondisi ini mengindikasikan potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah yang perlu diwaspadai bersama.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, tanah longsor, serta gangguan transportasi dalam beberapa hari ke depan. Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu diantisipasi, terutama di wilayah yang mengalami kondisi kering. Pastikan saluran drainase di sekitar rumah tetap bersih, ikuti perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG, dan sesuaikan rencana aktivitas dengan prakiraan terbaru. Bagi nelayan dan pengguna jasa penyeberangan, harap memperhatikan peringatan terkait potensi angin kencang dan gelombang tinggi di perairan sekitar.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dalam beberapa hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan pertumbuhan awan hujan. Hal ini terjadi akibat pengaruh gabungan dari faktor atmosfer global, regional, hingga lokal yang membuat atmosfer tetap labil dan kondusif bagi terbentuknya awan konvektif. Dengan kondisi tersebut, peluang hujan bervariasi dari ringan hingga lebat diprakirakan muncul di banyak daerah.

Secara global, nilai Dipole Mode Index (DMI) sebesar −1,4 menunjukkan adanya IOD negatif lemah yang mendorong suplai uap air lebih banyak ke bagian barat Indonesia. Madden–Julian Oscillation (MJO) yang kini berada pada fase 4 juga memperkuat aktivitas konveksi di kawasan Indonesia. Pada level regional, gelombang atmosfer seperti Kelvin dan Rossby Ekuator aktif melintasi Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, serta sebagian Papua, sehingga memperbesar potensi hujan. Selain itu, gelombang atmosfer berfrekuensi rendah yang bertahan di Lampung, sebagian Jawa, Maluku, dan Sulawesi turut mendukung kondisi atmosfer yang lembap. Faktor ini sejalan dengan adanya anomali OLR negatif dan suhu muka laut (SST) yang lebih hangat di sejumlah perairan, sehingga semakin memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.

Sirkulasi siklonik yang berkembang di Samudra Pasifik utara Papua serta di wilayah sekitar Sulawesi Barat turut memicu terbentuknya zona konvergensi, khususnya di Papua dan Sulawesi bagian barat hingga selatan. Di sisi lain, intrusi udara kering yang bergerak dari arah barat–barat daya Banten menuju NTB berpotensi memunculkan aktivitas konveksi pada bagian depan intrusi, akibat bertemunya udara hangat dan lembap. Bibit Siklon 93W yang masih bertahan di timur Filipina juga memberi pengaruh, dengan membentuk pola konfluensi di kawasan Filipina tengah sekaligus memperkuat hembusan angin lapisan bawah di Laut Cina Selatan, Laut Sulu, dan sejumlah perairan sekitar Filipina. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knot, yang berisiko menimbulkan gelombang tinggi di Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, serta perairan Papua Barat Daya.

Melihat dinamika atmosfer tersebut, masyarakat diingatkan untuk tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang mungkin disertai kilat/petir, angin kencang, dan gelombang laut tinggi. Disarankan untuk selalu mengikuti pembaruan resmi BMKG, menyiapkan sistem drainase lingkungan, merencanakan aktivitas dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca, serta bagi nelayan maupun pelayaran agar memperhatikan peringatan terkait angin kencang dan gelombang tinggi di perairan yang terdampak.

Prospek Cuaca Sepekan ke Depan

Periode 29 – 31 Agustus 2025

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Riau, Kep. Bangka Belitung,  Kep. Riau, Jambi,  Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (Hujan lebat): Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Papua Tengah. 

Angin Kencang : Aceh, Banten, Jawa Barat, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Periode 1 – 4 September 2025

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua dan Papua Selatan. 

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut: 

Siaga (Hujan lebat) : Sulawesi Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. 

Angin Kencang : Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, Maluku, dan Papua Barat. 

Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG. 

Imbauan

Menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu kedepan, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  • Waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
  • Menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang.
  • Tetap gunakan tabir surya dan cukupi asupan cairan tubuh, karena cuaca terik dapat terjadi sewaktu-waktu pada periode musim kemarau.
  • Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja. Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web http://www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.

Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru.

Catatan:

Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 28 Agustus 2025, 19.30 WIB.

Jakarta, 28 Agustus 2025

Direktorat Meteorologi Publik BMKG

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Prospek Cuaca Mingguan Lainnya

Prospek Cuaca Mingguan Periode 29 Agustus – 04 September 2025: Hujan Signifikan di Sebagian Wilayah Indonesia, Namun Resiko Karhutla di Wilayah Yang Kering Masih Mengintai

Prospek Cuaca Mingguan Periode 29 Agustus – 04 September 2025: Hujan Signifikan di Sebagian Wilayah Indonesia, Namun Resiko Karhutla di Wilayah Yang Kering Masih Mengintai

Prospek Cuaca Mingguan Periode 26 Agustus–01 September 2025: Hujan Masih Mengintai di Musim Kemarau, Tingkatkan Kewaspadaan

Prospek Cuaca Mingguan Periode 26 Agustus–01 September 2025: Hujan Masih Mengintai di Musim Kemarau, Tingkatkan Kewaspadaan

Prospek Cuaca Mingguan Periode 22–28 Agustus 2025: Musim Kemarau Bukan Berarti Kering, Hujan Tetap Berpeluang Terjadi

Prospek Cuaca Mingguan Periode 22–28 Agustus 2025: Musim Kemarau Bukan Berarti Kering, Hujan Tetap Berpeluang Terjadi