Transisi Menuju Musim Kemarau: Cuaca Umumnya Cerah, Meskipun Potensi Hujan Masih Terjadi di Beberapa Wilayah Indonesia
BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 20 – 23 April 2026. Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terpantau di Nusa Tenggara Timur (125.3 mm/hari), Aceh (98.0 mm/hari), Kalimantan Tengah (85.0 mm/hari), Kep. Riau (83.0 mm/hari), Jawa Timur (70.2 mm/hari), Jawa Barat (69.7 mm/hari), Kalimantan Tengah (67.1 mm/hari) dan Sumatera Barat (58.5 mm/hari). Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, Mixed Rossby-Gravity (MRG) dan Madden-Julian Oscillation (MJO) spasial di beberapa wilayah. Sirkulasi siklonik di perairan dan pesisir barat Sumatera dan Jawa Barat hingga Jawa Tengah memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi yang meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di sekitar wilayah yang terdampak pola angin tersebut. Selain itu, pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari serta kelembapan udara yang masih cukup basah di lapisan bawah turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
Dalam periode satu minggu mendatang, variabilitas iklim seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam kondisi netral, sehingga tidak memberikan pengaruh dominan. Monsun Australia diprakirakan akan menguat dan berperan dalam membawa massa udara yang bersifat kering dari wilayah Australia ke Indonesia. Di samping itu, dominasi aliran angin timur di sebagian besar wilayah menjadi sinyal bahwa sejumlah daerah mulai beralih secara bertahap dari periode musim hujan menuju musim kemarau.
Meskipun begitu, potensi hujan sepekan ke depan masih dapat terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer lainnya. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di fase 1, namun filter spasialnya diprediksi melewati wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Papua Selatan. Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sebagian wilayah Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi bagian tengah dan selatan, Maluku dan Pulau Papua. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di wilayah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Pulau Sulawesi bagian selatan, Maluku, dan Papua bagian tengah dan selatan. Berbagai dinamika atmosfer tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Sirkulasi siklonik berpotensi terbentuk di Perairan Barat Aceh. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Pesisir Barat Sumatra Utara hingga Aceh, serta di sekitar sirkulasi – sirkulasi siklonik tersebut. Sementara pada skala lokal, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatara Utara, Riau, Kep. Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, NTT, Papua Barat dan Papua.
Potensi Hujan Sepekan ke Depan
Periode 24 – 26 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
- Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Maluku, dan Papua.
- Angin Kencang: Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Selatan.
Periode 27 – 30 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawes Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
- Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatra Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua Pegunungan.
- Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Imbauan
Menghadapi kondisi cuaca cerah disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.
Selain itu, dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan. Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.
Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olahraga dan wisata. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.
Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.
Catatan: Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 23 April 2026, 18.00 WIB.
Jakarta, 23 April 2026
Direktorat Meteorologi Publik BMKG
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.