Kembali ke Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 19 – 25 Maret 2026: Cuaca Jelang Idul Fitri: Terik pada Siang Hari, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

19 March 2026

Puji Rosita Anggraini Sibuea

Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 19 – 25 Maret 2026:  Cuaca Jelang Idul Fitri: Terik pada Siang Hari, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Cuaca Jelang Idul Fitri: Terik pada Siang Hari, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Selama periode 16 – 19 Maret 2026, kondisi cuaca terik terpantau di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di Banten mencapai 36.4°C, Kalimantan Tengah 35.9°C, Sumatra Utara 35.8°C, Papua Barat 35.6°C, dan Lampung 35.0°C. BMKG melihat bahwa kondisi cuaca yang terasa lebih panas ini umumnya dipengaruhi oleh faktor gerak semu matahari. Suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya umumnya dipengaruhi oleh berkurangnya tutupan awan yang memungkinkan radiasi matahari diterima permukaan secara lebih optimal, serta kecepatan angin yang relatif lemah sehingga sirkulasi udara tidak berlangsung efektif.

Namun, daerah-daerah lain, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia, dengan curah hujan tertinggi terpantau di Jawa Timur sebesar 114 mm/hari, Kalimantan Tengah 96.3 mm/hari, Kalimantan Timur 94.8 mm/hari, Bengkulu 70.6 mm/hari, Kepulauan Bangka Belitung 69.4 mm/hari, dan Sumatera Utara 66.6 mm/hari. Hujan signifikan pada wilayah-wilayah tersebut diakibatkan faktor-faktor, seperti aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin di sebagian wilayah Indonesia, terdapat pola pertemuan dan perlambatan angin yang terpantau di sekitar Pesisir Barat Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Sulawesi bagian selatan, serta pemanasan kuat di siang hari. Sehingga pada periode tersebut,

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal. Interaksi MJO yang aktif secara spasial bersama gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin yang diperkirakan bergeser ke arah timur dan gelombang Rossby Ekuatorial yang diperkirakan jauh bergeser ke arah barat, dengan area pengaruh yang membentang dari Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan awan hujan dan peningkatan aktivitas konvektif cenderung lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur. Sementara itu, sebagian besar Sumatra, sebagian Jawa, dan sebagian Kalimantan diperkirakan didominasi oleh anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) positif yang mengindikasikan berkurangnya pertumbuhan awan hujan, sehingga kondisi cuaca di wilayah tersebut cenderung lebih kering atau relatif lebih minim hujan daripada periode sebelumnya.

Siklon Tropis “Narelle” yang saat ini terbentuk di Pesisir Utara Queensland, telah memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan daerah pertemuan, perlambatan, dan belokan angin di sebagian besar wilayah Indonesia Selatan. Sedangkan, pola pertemuan angin lainnya juga terpantau di sebagian besar pesisir barat Sumatera, serta sirkulasi siklonik juga terbentuk di Samudra Hindia barat daya Lampung. Kondisi-kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan mendukung peluang terjadinya hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Selain itu, faktor lokal juga mendukung, kondisi kelembaban udara yang masih relatif tinggi disertai labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat turut mendukung terbentuknya proses konvektif di sejumlah wilayah. Kombinasi kondisi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan secara signifikan, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Periode 20 – 22 Maret 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan.
  • Angin Kencang: Aceh, Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan.

Periode 23 – 25 Maret 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
  • Angin Kencang: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Selatan.

Imbauan

Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengendara kendaraan bermotor terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan/atau petir serta angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan selama periode Mudik Lebaran.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kondisi tubuh dan mengurangi paparan langsung sinar matahari, terutama pada siang hingga sore hari saat beraktivitas di luar ruangan. Kebutuhan cairan tubuh perlu tetap tercukupi dengan memperbanyak konsumsi air, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta mengenakan pakaian yang ringan dan mampu menyerap keringat. Hal ini penting mengingat pada masa peralihan musim, kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, termasuk berpotensi terjadi hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang pada waktu tertentu.

Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.

Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.

Catatan: Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 19 Maret 2026, 12.35 WIB.

Jakarta, 19 Maret 2026

Direktorat Meteorologi Publik BMKG

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan Lainnya

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 19 – 25 Maret 2026:  Cuaca Jelang Idul Fitri: Terik pada Siang Hari, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 19 – 25 Maret 2026: Cuaca Jelang Idul Fitri: Terik pada Siang Hari, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 17–23 Maret 2026: Selama Periode Mudik, Cuaca Terik dan Potensi Hujan Masih Mewarnai Sejumlah Wilayah

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 17–23 Maret 2026: Selama Periode Mudik, Cuaca Terik dan Potensi Hujan Masih Mewarnai Sejumlah Wilayah

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 13–19 Maret 2026: Cuaca Cenderung Kondusif, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 13–19 Maret 2026: Cuaca Cenderung Kondusif, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Survei Pengguna Web/AplikasiLihat