Kembali ke Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 21-27 April 2026: Transisi Musim Berlanjut, Waspadai Hujan Secara Tidak Merata di Berbagai Wilayah

Dendi Rona Purnama
Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 21-27 April 2026: Transisi Musim Berlanjut, Waspadai Hujan Secara Tidak Merata di Berbagai Wilayah

Transisi Musim Berlanjut, Waspadai Hujan Secara Tidak Merata di Berbagai Wilayah

BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 16 – 19 April 2026. Curah hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem terpantau di Kalimantan Barat (153.4 mm/hari), Jawa Barat (146.4 mm/hari), Sumatra Barat (134.8 mm/hari), Sumatra Utara (121.0 mm/hari), Jawa Tengah (64.0 mm/hari), Banten (50.0 mm/hari). Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di beberapa wilayah. Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia bagian barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh, Kalimantan Barat, Laut Banda – Laut Arafuru, dan perairan utara Papua memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi yang meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di sekitar wilayah yang terdampak pola angin tersebut. Selain itu, pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari serta kelembapan udara yang masih cukup basah di lapisan bawah turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dalam periode satu minggu mendatang, variabilitas iklim seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam kondisi netral, sehingga tidak memberikan pengaruh dominan. Monsun Australia diprakirakan akan menguat dan berperan dalam membawa massa udara yang bersifat kering dari wilayah Australia ke Indonesia. Di samping itu, dominasi aliran angin timur di sebagian besar wilayah menjadi sinyal bahwa sejumlah daerah mulai beralih secara bertahap dari periode musim hujan menuju musim kemarau.

Meskipun begitu, potensi hujan sepekan ke depan masih dapat terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer lainnya. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di fase 8, namun filter spasialnya diprediksi melewati wilayah Aceh. Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di Pulau Sumatra, Pulau Jawa bagian barat, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian selatan, dan Pulau Papua. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan. Berbagai dinamika atmosfer tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Sirkulasi siklonik berpotensi terbentuk di Samudra Hindia barat Sumatra Barat, Kalimantan Barat, dan Papua. Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Pesisir barat Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Papua, serta di sekitar sirkulasi – sirkulasi siklonik tersebut.

Pada skala lokal, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Periode 21 – 23 April 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
  • Angin Kencang: Nihil.

Periode 24 – 27 April 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Papua Pegunungan.
  • Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur.

Imbauan

Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan. Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.

Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olahraga dan wisata. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.

Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.

Catatan:

Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 20 April 2026, 16.00 WIB.

Jakarta, 20 April 2026

Direktorat Meteorologi Publik BMKG

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan Lainnya

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 17 – 23 April 2026: Waspadai Cuaca Terik dan Hujan Bergantian Selama Pancaroba

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 17 – 23 April 2026: Waspadai Cuaca Terik dan Hujan Bergantian Selama Pancaroba

Baca selengkapnya
Hubungi via WhatsApp