
Kembali ke Berita Utama
BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Inovasi Radar Cuaca Non-Polarimetrik Karya Anak Bangsa
07 February 2026
HB Risya
Berita Utama

Yogyakarta, 6 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sistem mitigasi bencana hidrometeorologi nasional melalui pengembangan radar cuaca non-polarimetrik hasil inovasi dalam negeri. Pengembangan ini ditujukan untuk menutup celah wilayah blank spot yang belum terjangkau radar cuaca operasional di berbagai daerah di Indonesia.
Proyek pengembangan radar cuaca tersebut didanai melalui program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Radar ini dirancang sebagai perangkat pendukung yang bersifat mobile sehingga dapat ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Dalam kunjungan kerjanya ke lokasi riset pengembangan radar cuaca non-polarimetrik di Yogyakarta, Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., menegaskan pentingnya aspek keamanan operasional dan legalitas teknologi. Ia menekankan agar inovasi ini dilengkapi dengan perlindungan paten yang bersifat universal, sehingga dapat dikembangkan dan diimplementasikan pada berbagai produk teknologi di masa depan.
“Pengembangan radar ini harus mengedepankan keselamatan operasional serta memiliki dasar hukum yang kuat melalui paten, agar fleksibel dan berkelanjutan,” ujar Teuku Faisal.
Riset pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini telah berlangsung sejak tahun 2020 dan melibatkan kolaborasi antara tim periset BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra industri PT Solusi 247. Kolaborasi tersebut bertujuan mewujudkan kemandirian teknologi nasional dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
BMKG menegaskan bahwa radar ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem radar yang telah ada, melainkan sebagai instrumen pendamping yang memberikan informasi cuaca secara real-time kepada masyarakat. Setelah melalui proses sertifikasi dan standarisasi, BMKG akan mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk ini agar dapat dimanfaatkan secara luas.
Pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan teknologi nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrim, sekaligus menjadi bukti kemampuan talenta lokal dalam menghasilkan inovasi teknologi yang berdampak langsung pada keselamatan publik.







