Lanjutkan Koordinasi Mitigasi Bencana, Kepala BMKG Sambangi Kantor Gubernur DIY

  • Hatif Thirafi
  • 23 Feb 2021
Lanjutkan Koordinasi Mitigasi Bencana, Kepala BMKG Sambangi Kantor Gubernur DIY

Yogyakarta - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melaksanakan audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (23/2).

Dalam audiensi tersebut, Kepala BMKG turut didampingi oleh Kepala Balai Besar MKG Wilayah II, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Kepala Stasiun Meteorologi YIA, dan Kepala Stasiun Klimatologi Mlati. Dalam pertemuan tersebut, Dwikorita Karnawati menyampaikan perkembangan monitoring yang dilakukan oleh BMKG baik terkait gempabumi dan potensi tsunami, serta kondisi cuaca dan iklim terkini.

Di depan gubernur, Dwikorita menyampaikan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah DIY, terutama di wilayah pesisir pantai selatan.

"Saat ini BMKG mendeteksi adanya pusaran siklonik yang tumbuh di utara Australia dan saat ini posisinya berada di sebelah selatan Nusa Tenggara Barat. Dampaknya dapat mengakibatkan meningkatnya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kecepatan angin yang tinggi, serta gelombang tinggi di wilayah laut selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. Diprediksi berlangsung hingga tanggal 28 Februari nanti," jelas Dwikorita.

Selain potensi cuaca ekstrem, Dwikorita beserta jajaran juga melaporkan rencana kegiatan BMKG untuk melanjutkan program Sekolah Lapang Iklim Operasional di wilayah DIY pada tahun 2021. Kegiatan yang sudah dimulai sejak tahun lalu ini merupakan bentuk layanan BMKG dalam mendukung peningkatan komoditas pangan.

"Kami juga berkonsultasi dengan Gubernur untuk menentukan wilayah mana yang cocok untuk melaksanakan kegiatan SLI Operasional ini, tentunya dengan pertimbangan utama untuk mendukung peningkatan produktivitas pangan. Nantinya BMKG bersama petani akan melakukan pemilihan jenis komoditas dan waktu penanaman dengan memperhatikan faktor cuaca dan iklim untuk menghindari gagal panen," tambahnya.

Terkait mitigasi gempabumi dan tsunami, Dwikorita mencontohkan apa yang telah dilakukan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Saat ini, sistem mitigasi gempabumi dan tsunami telah berjalan dengan baik di bandara tersebut. Bahkan menurut Dwikorita, adanya bandara YIA dapat mengurangi resiko tsunami di wilayah sekitarnya.

"Berdasarkan kajian analisis yang dilakukan oleh BMKG, bilamana terjadi gempa dengan kekuatan 8,8 dapat menyebabkan tsunami dengan ketinggian rendaman hingga 26 meter dan dapat masuk ke darat hingga melewati jalan Daendels. Namun dengan adanya YIA, ketinggian rendaman dapat ditahan hingga hanya 9 meter. Jadi YIA ini menjadi seperti tanggul penghalang bagi gelombang tsunami. Kajian ini juga memberikan pelajaran bagi kami, bahwa kehadiran YIA dapat mengurangi resiko tsunami di wilayah tersebut," ungkap Dwikorita.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Hendro Nugroho juga menambahkan, BMKG akan terus meningkatkan kerjasama dengan BPBD.

"Kedepan kita akan tingkatkan kerjasama antara dengan BPBD dalam hal bencana gempa bumi, tsunami dan potensi bencana hidrometeorologi. Langkah-langkahnya akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Kepala BPBD dengan koordinasi bersama BMKG," kata Hendro.

Gempabumi Terkini

  • 04 Mar 2021, 20:11 WIB
  • 3.5
  • 22 km
  • 8.14 LS - 107.87 BT
  • Pusat gempa berada di laut 84 km barat daya Kabupaten Pangandaran
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Pangandaran, II-III Pameungpeuk, II-III Cikalong, II-III Karangnunggal, II-III Cijulang, II-III Sindangsari, II Tasikmalaya
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 84 km barat daya Kabupaten Pangandaran
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Pangandaran, II-III Pameungpeuk, II-III Cikalong, II-III Karangnunggal, II-III Cijulang, II-III Sindangsari, II Tasikmalaya
  • Selengkapnya →

Siaran Pers