BMKG: Peralatan Pengamatan Cuaca Dipastikan dalam Kondisi Prima Jelang Pergantian Tahun

  • Miftah Fauziah
  • 30 Des 2021
BMKG: Peralatan Pengamatan Cuaca Dipastikan dalam Kondisi Prima Jelang Pergantian Tahun

CILEGON (30 Desember 2021) - Jelang pergantian Tahun Baru 2022, Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwi Budi Sutrisno, memastikan seluruh peralatan penunjang keselamatan pelayaran di Pelabuhan Merak dalam keadaan prima.

"Selama libur Natal dan Tahun Baru, penggunaan moda transportasi laut cenderung meningkat. Karena itu, kami terus memastikan bahwa seluruh peralatan pengamatan yang dimiliki BMKG berfungsi dengan baik, tepat, dan akurat," ungkap Dwi Budi saat berkunjung ke Dermaga 7, Pelabuhan Merak, Banten, kemarin.

Dwi Budi yang turut didampingi Kepala Biro Perencanaan, Aries Erwanto, dan Kepala Biro Umum dan Sumber Daya Manusia, Petrus Demon Sili, menyampaikan bahwa, kunjungan kali ini juga bertujuan memeriksa dugaan terkait ketidaktepatan pengamat temperatur yang berlokasi di Automatic Weather Station Maritim Pelabuhan Merak. Namun, dugaan tersebut terbantahkan dengan data hasil pengamatan yang ternyata sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Terlebih lagi, tim instrumentasi dari Stasiun Meteorologi Serang telah melakukan kalibrasi peralatan secara berkala. Mereka pun melakukan validasi data secara kontinu, rutin melakukan monitoring, dan selalu menyandingkan data dari sejumlah AWS Maritim yang berada di Ciwandan, Bakauheni, serta Merak sehingga data yang tersaji selalu tepat dan akurat.

Dwi Budi menuturkan bahwa pemeriksaan ulang ini dilakukan karena peralatan pengamatan BMKG akan terus dipakai oleh para stakeholder secara real time di Pelabuhan Merak.

"Alat-alat ini berperan penting dalam menjaga keselamatan pelayaran khususnya penumpang moda transportasi laut. Jadi BMKG selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan menyampaikan informasi cuaca secara realtime ataupun secara prediktif 6 jam kedepan," ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dwi Budi juga turut mengunjungi Tim Mobil Cuaca BMKG yang secara rutin bergabung dalam Posko Info Cuaca Angkutan Natal dan Tahun Baru yang berlangsung dari tanggal 20 Desember 2021 hingga 5 Januari 2022 mendatang. Mobil radar cuaca akan dilengkapi dengan display monitoring cuaca, pengamatan AWS, lightning, radar mobile, satelit, dan juga numerical weather prediction.

Sama halnya dengan AWS di Pelabuhan Merak, informasi cuaca yang dihasilkan oleh Tim Mobil Cuaca akan disampaikan kepada stakeholder terkait. Posko Info Cuaca Angkutan Natal dan Tahun Baru ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dari aspek cuaca (cuaca ekstrem) dan juga membantu pihak pelabuhan dan masyarakat untuk melayani informasi cuaca secara lebih responsif, memberi informasi tinggi gelombang laut baik di wilayah pelabuhan dan juga penyeberangan Merak - Bakauheni, serta melakukan pengamatan dan prakiraan cuaca wilayah Bandar Lampung, Cilegon, Serang, Pelabuhan Merak, dan Pelabuhan Bakauheni.

"BMKG bertugas untuk memberikan data dan informasi yang tidak hanya akurat, namun juga harus cepat dan tepat, karena ini terkait dengan keselamatan masyarakat. Maka kami harus selalu menjaga kualitas dan kondisi peralatan dalam keadaan baik," tutup Dwi Budi.

Tingkatkan Akurasi Data Pengamatan, BMKG Bangun Stasiun Geofisika di Gunungsari, Banten

Tidak hanya data pengamatan cuaca dan iklim, BMKG juga berkomitmen untuk selalu menjaga akurasi data pengamatan geofisika. Komitmen ini diwujudkan dengan dibangunnya Stasiun Geofisika di wilayah Gunungsari, Serang, Banten. Pembangunan Stasiun Geofisika ini sesungguhnya adalah pemindahan dari Stasiun Geofisika Klas I Tangerang yang sebelumnya berlokasi di Jl. Meteorologi No.5 Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Dwi Budi yang turut meninjau lokasi pembangunan, menuturkan bahwa pemindahan Stasiun Geofisika Klas I Tangerang ini didasari fakta bahwa kondisi lokasi stasiun yang telah berdiri sejak 1957 tersebut sudah dikelilingi dengan permukiman penduduk dan ramai dengan aktivitas manusia.

"Banyaknya aktivitas kendaraan bermotor, kegiatan sosial masyarakat, serta perkeretapian, membuat banyak noise atau gangguan bagi pengamatan magnet bumi. Ini bisa membuat data pengamatan jadi tidak akurat." Ungkapnya.

Setelah dilakukan berbagai kajian, maka terpilihlah lokasi pembangunan di wilayah Gunungsari tersebut. Lokasi tersebut terbilang sangat ideal karena sangat jauh dari permukiman penduduk, pabrik, dan aktivitas manusia sehingga gangguan magnetnya pun sangat kecil. Di lokasi ini, nantinya akan difokuskan untuk observatorium magnet bumi, sementara untuk kegiatan administrasi akan bertempat di wilayah kota Serang.

Suwardi, Kepala Stasiun Geofisika Klas I Tangerang, menambahkan bahwa pengamatan magnet bumi yang dilakukan BMKG digunakan dalam memantau adanya aktivitas badai magnet dan sebagain bahan pengolahan prekursor gempabumi.

"Peralatan pengamatan magnet bumi sangat sensitif dengan benda-benda berbahan besi atau yang mengandung magnet. Pembangunan observatorium pun menggunakan bahan-bahan khusus, paku yang digunakan pun dari kuningan." Ungkapnya.

"Mohon doanya agar pembangunan Stasiun Geofisika di Gunungsari ini selesai tepat waktu pada awal tahun 2022, supaya kegiatan pengamatan dapat segera dilaksanakan." Harapnya.

Gempabumi Terkini

  • 08 Agustus 2022, 18:38:33 WIB
  • 4.0
  • 4 km
  • 0.54 LS - 131.43 BT
  • Pusat gempa berada di laut 41 km Timur Laut Kota Sorong
  • Dirasakan (Skala MMI): III Kota Sorong
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 41 km Timur Laut Kota Sorong
  • Dirasakan (Skala MMI): III Kota Sorong
  • Selengkapnya →

Siaran Pers