Mengenal Gas Rumah Kaca (GRK), Penyebab Utama Pemanasan Global
Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas-gas di atmosfer yang berfungsi menahan panas Matahari agar Bumi tetap hangat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.
Kembali ke Artikel
07 March 2021
Hatif Thirafi
Artikel
Penulis:
ABSTRAK
Wilayah Jawa Bagian Barat merupakan zona rawan gempabumi dan disebagian pesisir selatan rawan tsunami. Hal ini sebagai konsekuensi tatanan tektonik adanya subduksi lempeng IndoAustralia dan Eurasia di selatan Jawa dan banyaknya sesar aktif di daratan berimplikasi tingginya frekuensi gempabumi di wilayah ini. Berdasarkan analisis kualitatif dan kuantitatif hubungan tektonik dan data kegempaan di wilayah Jawa bagian barat diperoleh adanya implikasi seismisitas yang tinggi, estimasi beberapa parameter ketebalan slab menunjam ratarata sekitar 55-60 km, besarnya gaya lateral tektonik per satuan panjang berorde 1013 N/m, besarnya nilai b rata-rata 1-1.3 dan estimasi perulangan (recurrence time-RT) gempabumi sesar aktif. RT dengan skenario maksimum kapabel earthquake (MCE) 6.8 (sliprate 2 mm/tahun) untuk sesar Lembang sekitar 530 tahun dan sesar Cimandiri dengan skenario MCE 6.7 (slip rate 3.5 mm/tahun) mempunyai RT 270 tahun. Prakiraan dampak gempabumi dengan MCE 6.8 dan 6.7 mempunyai intensitas maksimum di epicenter sekitar VII-VIII MMI, PGA 35 % g dan PGV 30 cm/detik. Hasil studi awal (Preliminary Study) ini diharapkan sebagai salah satu masukan atau dapat ditindak lanjuti dengan penelitian yang lebih rinci sehingga dapat dipertimbangkan dalam perencanaan tataruang (landscape) jangka panjang sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana gempabumi di wilayah Jawa bagian barat.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.
Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas-gas di atmosfer yang berfungsi menahan panas Matahari agar Bumi tetap hangat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.
Kualitas udara adalah ukuran kebersihan udara dari polutan, yaitu zat-zat kecil tak kasat mata yang dapat membahayakan kesehatan saat terhirup. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Belum cukup sebulan pasca gempa Poso magnitudo 5,7 Mw pada 24 Juli lalu yang menimbulkan banyak kerusakan, gempabumi signifikan kembali mengguncang wilayah Poso dan sekitarnya dengan magnitudo yang hampir sama yakni 6,0 (update 5,8 Mw).