Kembali ke Artikel

Laporan Awal Analisis InSAR Gempa Flores 2026 M7.7

Annisa Amalia Zahro

Penulis:

  1. Yosi Setiawan
  2. Muhamad Syirojudin
  3. Teguh Rahayu
  4. Nelly Florida Riama
  5. Tim Kerja Geofisika Potensial DST-BMKG

Pada tanggal 14 Agustus 2026 pukul 21:58:23 UTC (15 Agustus 2026 pukul 05:58:23 WITA), terjadi gempa bumi kuat dengan magnitudo 7.7 dengan kedalaman 15 km di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan episenter pada 121,39 BT dan 8,41 LS. Informasi mekanisme sumber menunjukkan dominasi sesar naik. Gempa destruktif ini bersumber dari aktivitas tektonik di zona Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Back Arc Thrust), sebuah struktur patahan yang membentang di utara Kepulauan Nusa Tenggara dan memiliki riwayat panjang dalam membangkitkan gempa bumi besar beserta tsunami di masa lampau.

Metode Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) digunakan untuk memetakan deformasi permukaan bumi secara spasial. InSAR merupakan teknik penginderaan jauh berbasis radar yang memanfaatkan perbedaan fase antara dua citra SAR yang direkam pada waktu berbeda untuk mendeteksi perubahan jarak antara permukaan bumi dan sensor satelit. Dengan membandingkan fase kedua citra, InSAR dapat menghasilkan informasi deformasi permukaan dalam arah line-of-sight (LOS) dengan ketelitian hingga skala sentimeter hingga milimeter, tergantung kualitas data dan kondisi permukaan. Metode ini banyak digunakan untuk memantau deformasi akibat gempa bumi, aktivitas vulkanik, subsidensi, dan pergerakan tanah karena mampu memberikan cakupan spasial yang luas tanpa memerlukan pengukuran langsung di lapangan.

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Hubungi via WhatsApp