Jejak Tsunami Flores 15 Agustus 2026 di Manggarai
Gempabumi tektonik magnitudo M7,7 telah mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04:58:23 WIB.
Penulis:
Gempabumi tektonik magnitudo M7,7 telah mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04:58:23 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 15 km, dengan episenter di laut. Gempa bumi ini telah membangkitkan tsunami dikarenakan mempunyai mekanisme sesar naik dan terletak di lautan. Walaupun masih dalam rangkaian segmen Busur Luar (Back-arc) Flores dan mempunyai kesamaan magnitudo, namun tsunami tahun ini berbeda dengan kejadian Tsunami Flores tahun 1992 yang dekat dengan Pulau Babi. Tsunami Flores 2026 berada di laut sekitar 30 km arah timur laut Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur sehingga dampak kerusakan tsunami terdistribusi di empat provinsi yaitu NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.
Gempabumi tektonik magnitudo M7,7 telah mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04:58:23 WIB.
Gempabumi besar tidak selalu menimbulkan tingkat guncangan dan kerusakan yang sama di setiap tempat. Dua lokasi yang berdekatan dapat menunjukkan dampak yang berbeda. Selain kekuatan gempa, jarak terhadap sumber, dan karakteristik rambatan gelombang, kondisi tanah setempat ikut menentukan bagaimana gelombang gempa direspons ketika mencapai permukaan.
Pada 15 Agustus 2026, wilayah Nusa Tenggara Timur kembali diingatkan akan potensi bahaya tektonik di daerah tersebut ketika gempabumi dahsyat bermagnitudo M 7.7 mengguncang wilayah Flores. Gempa destruktif ini bersumber dari aktivitas tektonik yang sangat dinamis di zona Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust), sebuah struktur patahan yang membentang di utara Kepulauan Nusa Tenggara dan memiliki riwayat panjang dalam membangkitkan gempa bumi besar beserta tsunami di masa lampau. Guncangan kuat ini tidak hanya melepaskan akumulasi energi yang telah tertahan selama puluhan tahun, tetapi juga mendestabilisasi struktur batuan dalam radius yang sangat luas.