Kembali ke Artikel

Analisis Data Magnet Bumi Sebagai Prekursor Gempabumi: Mengupas Pola Anomali di Balik Gempa Kuat Flores M 7.7

Annisa Amalia Zahro

Penulis:

  1. Dr. Muhamad Syirojudin, M.Si
  2. Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M
  3. Dr. Nelly Florida Riama, M.Si
  4. Yosi Setiawan S.ST, M.Sc.
  5. Wahyudi Nasrul Pratama, S.Tr, M.DM
  6. Tristin Yosefa, S.Si, M.Si
  7. Hasanuddin, ST
  8. Ismi Rohmatus Sania, S.Tr
  9. Niken Woropalupi, S.Tr
  10. M. Fakhrul Islam Masruri, S.Tr
  11. Sri Dwi Wuryani, S.Si., M.T
  12. Gloria BR Simanungsong, S.Si
  13. Fauzian Dwi Ramadhan, S. Si
  14. Dody Marthen, S.Kom

Pada 15 Agustus 2026, wilayah Nusa Tenggara Timur kembali diingatkan akan potensi bahaya tektonik di daerah tersebut ketika gempabumi dahsyat bermagnitudo M 7.7 mengguncang wilayah Flores. Gempa destruktif ini bersumber dari aktivitas tektonik yang sangat dinamis di zona Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust), sebuah struktur patahan yang membentang di utara Kepulauan Nusa Tenggara dan memiliki riwayat panjang dalam membangkitkan gempa bumi besar beserta tsunami di masa lampau. Guncangan kuat ini tidak hanya melepaskan akumulasi energi yang telah tertahan selama puluhan tahun, tetapi juga mendestabilisasi struktur batuan dalam radius yang sangat luas.

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Artikel Lainnya

Analisis Data Magnet Bumi Sebagai Prekursor Gempabumi: Mengupas Pola Anomali di Balik Gempa Kuat Flores M 7.7

Baca selengkapnya
Hubungi via WhatsApp