1. Dr. Teguh Rahayu
2. Fajri Syukur Rahmatullah, S.Si, M.T
3. Robby Wallansha, S.Tr, M.Si
4. Dr. Nelly Florida Riama, M.Si
5. Prof. Faisal Fathani, Ph.D
6. Tim Survei Mikrozonasi
Gempabumi besar tidak selalu menimbulkan tingkat guncangan dan kerusakan yang sama di setiap tempat. Dua lokasi yang berdekatan dapat menunjukkan dampak yang berbeda. Selain kekuatan gempa, jarak terhadap sumber, dan karakteristik rambatan gelombang, kondisi tanah setempat ikut menentukan bagaimana gelombang gempa direspons ketika mencapai permukaan.
Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam survei pasca gempabumi Flores M7,7 pada 15 Agustus 2026. Tim BMKG memverifikasi kerusakan di sejumlah wilayah Pulau Flores, antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Sikka. Kerusakan yang dijumpai beragam, mulai dari retakan dan kerusakan dinding hingga keruntuhan sebagian bangunan.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.