Kembali ke Analisis Spektral (SA)

Analisis Spektral Gempabumi Melawi 13 Maret 2026

Seismologi Teknik
Analisis Spektral Gempabumi Melawi 13 Maret 2026

Gempa bumi berkekuatan M5,3 terjadi di darat pada koordinat 0,04° LS – 111,91° BT, sekitar 78 km Timur Laut Melawi Kalimantan Barat dengan kedalaman 10 km. Gambar di atas menampilkan sinyal akselerograf dari tiga stasiun terdekat: STKI, SAMKI, dan NKKI.

Peak Spectral Acceleration (PSA) menggambarkan akselerasi maksimum yang dialami suatu titik pada suatu struktur akibat gempa bumi, yang menjadi parameter penting dalam perancangan bangunan tahan gempa. Dalam konteks ini, spektrum respons desain SNI 1726:2019 dirancang untuk mengantisipasi karakteristik gempa sesuai dengan kategori tanah, di mana tanah keras, sedang, dan lunak memiliki pengaruh yang berbeda terhadap amplifikasi gelombang gempa.

Perbandingan antara Peak Spectral Acceleration (PSA) yang tercatat pada stasiun akselerograf terdekat dengan spektrum respons desain bertujuan untuk memastikan bahwa desain struktur bangunan di area yang tercatat PSA-nya tidak hanya sesuai dengan nilai standar, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor spesifik seperti jenis tanah dan karakteristik gempa yang dapat mempengaruhi keselamatan dan ketahanan bangunan. Dimana Perbandingan Respon Spektra dan SNI 2019 (2/3 SNI) di setiap staisun sebagai berikut :

Stasiun STKI (Sintang):
Respon spektra komponen HNN dan HNE menunjukkan amplitudo relatif tinggi pada periode sangat pendek (0–0,5 s) yang melampaui desain spektra SNI untuk kelas tanah C. Pada periode yang lebih
panjang, respons spektra rekaman STKI menurun secara bertahap dan tetap berada jauh di bawah kurva desain untuk seluruh kelas situs. Pola ini menunjukkan adanya amplifikasi ringan pada periode panjang dengan kondisi tanah sedang hingga keras (Class C–D).

Stasiun SAMKI (Sanggau):
Respon spektra komponen HNN dan HNE menunjukkan amplitudo relatif tinggi pada periode sangat pendek (0–0,5 s), namun tetap di bawah desain spektra SNI untuk semua kelas tanah (C, D, E). Pola ini menunjukkan adanya amplifikasi ringan pada periode pendek dengan kondisi tanah sedang hingga keras (Class C–D).

Stasiun NKKI (Ketapang):
Respon spektra komponen HNN dan HNE menunjukkan amplitudo relatif tinggi pada periode sangat pendek (0–0,5 s), amun tetap di bawah desain spektra SNI untuk semua kelas tanah (C, D, E). Pola ini menunjukkan adanya amplifikasi ringan pada periode pendek dengan kondisi tanah sedang hingga keras (Class C–D).

Kesimpulan:
Kondisi tanah di wilayah Melawi (STKI, SAMKI, dan NKKI) menunjukkan respon spektra yang berada di atas desain spektra SNI untuk kelas tanah C pada periode pendek, dan pada periode panjang menunjukkan respon spektra yang berada di dibawah desain spektra SNI menandakan amplifikasi getaran relatif rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa ketiga lokasi tersebut didominasi oleh tanah sedang hingga keras (Class C–D) dengan sedimen tidak terlalu tebal, sehingga risiko peningkatan getaran dan potensi kerusakan akibat amplifikasi lokal tergolong kecil.

Hubungi via WhatsApp