Kembali ke Klimatologi

Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III April 2026

Rini Eka Saputri
Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III April 2026

Analisis dan Prediksi IOD dan ENSO: Hasil monitoring pada Dasarian III April 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar -0.117 (+0.05), mengindikasikan fonemena IOD
berada pada fase Netral. Sementara itu, indeks ENSO Dasarian (ENSO bulanan) sebesar +0.93 (+0.52) menunjukkan indikasi El Nino Condition. El Nino event diprediksi mulai terjadi pada periode Mei-Juni-Juli 2026.

Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi: berlaku untuk “Dasarian I Mei 2026” pada klasifikasi Waspada: Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Siaga: Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Banten dan Jawa Barat. Awas: Tidak ada peringatan.

Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis: berlaku untuk “Dasarian I Mei 2026” pada klasifikasi: Waspada: Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Tengah. Siaga: Tidak ada peringatan. Awas: Tidak ada peringatan.

Analisis Curah Hujan Dasarian III April 2026:

  • Curah hujan pada Dasarian III April 2026 bervariasi dari kriteria Sangat Tinggi 0.08%, Tinggi 4.16%, Menengah 65.93%, dan Rendah 29.82%.
  • Sifat hujan pada Dasarian III April 2026 umumnya berada kriteria Atas Normal 25,56%, Normal 20.75%, dan Bawah Normal 53.69%

Analisis Perkembangan Musim Kemarau Dasarian III April 2026:

  • Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 12.8% wilayah Indonesia (90 ZOM) mengalami Musim Kemarau.
  • Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi sebagian kecil Aceh, sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Kep. Riau, sebagian kecil Banten, sebagian Jakarta, sebagian kecil Jawa Barat, sebagian kecil Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian kecil Bali, sebagian NTB, sebagian NTT, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi
    Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, dan sebagian Maluku.

Prediksi Curah Hujan Dasarian: MEI I – MEI III 2026:
Pada MEI I – MEI III 2026 umumnya diprediksi curah hujan umumnya berada pada kriteria Rendah – Menengah (20-150 mm/dasarian). Wilayah yang diprediksi dominan mengalami hujan kategori Rendah (<50 mm/dasarian)

  • Pada MEI I 2026 meliputi : sebagian kecil Jawa Barat, sebagian kecil Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali Nusa, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian kecil Papua Selatan
  • Pada MEI II 2026 meliputi : sebagian Lampung, sebagian Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timun, Bali Nusa, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian kecil Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Selatan.
  • Pada MEI III 2026 meliputi : sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian kecil Sumatera Selatan, sebagian kecil Lampung, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timun, Bali Nusa, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian kecil Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian kecil Papua Pegunungan dan sebagian kecil Papua Selatan.

Prediksi Curah Hujan Kurang Dari 50 mm/Bulan untuk Bulan Mei – Oktober 2026 :

  • Mei 2026: curah hujan <50mm/bulan berpeluang tinggi terjadi di sebagian kecil Banten, DIY, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, sebagian besar NTB, sebagian NTT, sebagian kecil Sulawesi Selatan, dan Maluku.
  • Juni 2026: curah hujan <50mm/bulan berpeluang tinggi terjadi di sebagian kecil Lampung, sebagian Banten, sebagian besar DIY, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian kecil Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan.
  • Juli 2026: curah hujan <50mm/bulan berpeluang tinggi terjadi di sebagian kecil Bengkulu, sebagian besar Lampung, sebagian kecil Sumatera Selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian kecil Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
  • Agustus 2026: curah hujan <50mm/bulan berpeluang tinggi terjadi di sebagian kecil Aceh, seluruh Bengkulu, sebagian besar Jambi, seluruh Kep. Bangka Belitung, sebagian kecil Kep. Riau, seluruh Lampung, sebagian Sumatera Barat, seluruh Sumatera Selatan, sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian besar Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara, sebagian kecil Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian besar Gorontalo, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, sebagian kecil Maluku, sebagian besar Maluku Utara, sebagian kecil Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
  • September 2026: curah hujan <50mm/bulan berpeluang tinggi terjadi di seluruh Bengkulu, sebagian kecil Jambi, seluruh Kep. Bangka Belitung, sebagian kecil Kep. Riau, seluruh Lampung, sebagian Sumatera Barat, seluruh Sumatera Selatan, sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian kecil Kalimantan Barat, seluruh Kalimantan Selatan, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, seluruh Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Pulau Maluku, sebagian kecil Papua Barat, Papua Barat Daya, sebagian Papua Selatan, dan sebagian kecil Papua Tengah.
  • Oktober 2026: curah hujan <50mm/bulan berpeluang tinggi terjadi di sebagian kecil Bengkulu, sebagian besar Lampung, sebagian kecil Sumatera Barat, Sumatera Selatan, sebagian besar Banten, DIY,sebagian DKI Jakarta, Jawa Barat, sebagian besar Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian kecil Bali, sebagian besar NTB, sebagian NTT, sebagian kecil Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Selatan,sebagian kecil Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Tenggara, sebagian kecil Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Hubungi via WhatsApp