
Kembali ke Potensi Hujan Sepekan ke Depan
Potensi Hujan Indonesia Sepekan Kedepan Periode 17 – 23 Maret 2026: Selama Periode Mudik, Cuaca Terik dan Potensi Hujan Masih Mewarnai Sejumlah Wilayah
17 March 2026
Nurma Yati
Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Selama Periode Mudik, Cuaca Terik dan Potensi Hujan Masih Mewarnai Sejumlah Wilayah
Selama periode 12–15 Maret 2026, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia, dengan curah hujan tertinggi terpantau di Sulawesi Tengah sebesar 90 mm/hari, Aceh 85,0 mm/hari, Sumatra Utara 84,2 mm/hari, Papua Selatan 82,9 mm/hari, Kalimantan Utara 78,8 mm/hari, dan Jawa Timur 68,0 mm/hari. Masih tingginya intensitas hujan pada periode tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuatorial, terutama Rossby Ekuatorial dan Kelvin, yang aktif di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur. Kondisi ini meningkatkan konvektivitas atmosfer dan mendukung pertumbuhan awan hujan yang signifikan. Selain itu, pola perlambatan angin yang terpantau di sekitar Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Sulawesi bagian selatan turut memperkuat proses pengangkatan massa udara, sehingga mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas yang lebih tinggi.
Pada periode yang sama, kondisi cuaca terik juga terpantau di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di Jawa Timur mencapai 35,0°C, Jawa Barat 37,2°C, Kalimantan 36,4°C, dan Banten 36,2°C. Kondisi suhu tinggi ini terjadi seiring dengan distribusi hujan yang cenderung bergeser ke wilayah Indonesia bagian timur, sehingga beberapa wilayah lain mengalami tutupan awan yang lebih sedikit dan penerimaan radiasi matahari yang lebih optimal. Hal ini ditandai oleh anomali OLR positif yang menunjukkan pertumbuhan awan relatif minim. Selain itu, gerak semu tahunan matahari yang semakin mendekati wilayah ekuator juga turut berkontribusi terhadap peningkatan pemanasan permukaan, sehingga pada siang hari cuaca terasa lebih terik di sejumlah wilayah.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal. Interaksi MJO bersama gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin yang diperkirakan bergeser ke arah timur dan gelombang Rossby Ekuatorial yang diperkirakan jauh bergeser ke arah barat, dengan area pengaruh yang membentang dari Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan awan hujan dan peningkatan aktivitas konvektif cenderung lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur. Sementara itu, sebagian besar Sumatra, sebagian Jawa, dan sebagian Kalimantan diperkirakan didominasi oleh anomali OLR positif yang mengindikasikan berkurangnya pertumbuhan awan hujan, sehingga kondisi cuaca di wilayah tersebut cenderung lebih kering atau relatif lebih minim hujan daripada periode sebelumnya.
Analisis pola streamline menunjukkan adanya daerah pertemuan dan perlambatan angin yang memanjang dari wilayah Kalimantan Tengah hingga Sulawesi Tenggara. Selain itu, pola pertemuan angin lainnya juga terpantau dari Jawa Timur hingga Sulawesi Selatan. Di sisi lain, teridentifikasi pola belokan angin dan sirkulasi siklonik di wilayah Kalimantan Barat, serta belokan angin di Maluku dan Papua. Kondisi-kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan mendukung peluang terjadinya hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, kondisi kelembaban udara yang masih relatif tinggi disertai labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat turut mendukung terbentuknya proses konvektif di sejumlah wilayah. Kombinasi kondisi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan secara signifikan, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Potensi Hujan Sepekan ke Depan
Periode 17 – 20 Maret 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
- Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
- Angin Kencang: Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Periode 21 – 23 Maret 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
- Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
- Angin Kencang: Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Potensi di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail, dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan media sosial @infoBMKG.
Imbauan
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengendara kendaraan bermotor terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan/atau petir serta angin kencang yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan selama periode Mudik Lebaran. Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.
Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.
Catatan: Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 16 Maret 2026, 19.00 WIB.
Jakarta, 16 Maret 2026
Direktorat Meteorologi Publik BMKG
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.