Kembali ke Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 17 – 23 Juli 2026: Musim Kemarau Semakin Meluas, Potensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer Masih Ada

Puji Rosita Anggraini Sibuea
Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 17 – 23 Juli 2026: Musim Kemarau Semakin Meluas, Potensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer Masih Ada

Musim Kemarau Semakin Meluas, Potensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer Masih Ada

Pada Dasarian I Juli 2026, kondisi iklim Indonesia didominasi oleh curah hujan rendah yang mencakup 72,38% wilayah, sedangkan curah hujan menengah tercatat sebesar 25,99%, tinggi 1,58%, dan sangat tinggi 0,05%. Ditinjau dari sifat hujan, sekitar 70,08% wilayah mengalami kondisi bawah normal, sementara 12,86% berada pada kategori normal, 8,29% atas normal, dan 8,78% jauh di atas normal. Kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan musim kemarau yang telah berlangsung di 423 Zona Musim atau sekitar 60,5% wilayah Indonesia, terutama di sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, serta beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Dinamika iklim global menunjukkan El Nino event telah aktif dengan nilai anomali suhu muka laut dasarian di wilayah Nino3.4 sebesar +1,88. Kondisi ini berpotensi memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.

Walaupun kondisi kering semakin dominan, pada tanggal 13 – 14 Juli masih tercatat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yaitu di wilayah Kab. Kep. Sangihe, Sulawesi Utara (75.0 mm/hari); Kota Padang, Sumatra Barat (55.5 mm/hari); Kota Singkawang, Kalimantan Barat (44.0 mm/hari); dan Kota Medan, Sumatra Utara (21.0 mm/hari). Hujan ini dipengaruhi oleh aktivitas Spasial MJO dan Gelombang Kelvin yang aktif melewati sebagian Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi pada periode tersebut.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca Indonesia secara umum diprakirakan masih didominasi curah hujan rendah. Pada Dasarian III Juli 2026 diprediksi mengalami curah hujan rendah sekitar 76.54%, curah hujan menengah sekitar 23.36%, dan hanya 0,09% pada kategori tinggi. Curah hujan rendah diprakirakan meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.

Kondisi iklim global juga cenderung masih berpotensi mengurangi pembentukan hujan di wilayah Indonesia. Indeks Nino3.4 relatif mingguan masih menunjukkan nilai sebesar +1,47 dengan 30-days running average SOI yang juga sebesar -27,4. Indeks Nino3.4 dan SOI tersebut terus mengalami signifikansi sejak pertengahan Mei dan diprediksi akan mencapai El Nino kuat pada tahun 2026 ini.

Meskipun fenomena global cenderung mengindikasikan potensi pembentukan awan hujan yang minim, spasial MJO diprediksi aktif di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, sehingga mampu meningkatkan potensi hujan di wilayah tersebut. Selain itu, Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Samudra Pasifik utara Papua. Didukung dengan potensi pembentukan belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang relatif hangat, potensi pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia masih ada.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Periode 17 – 19 Juli 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): NIHIL.
  • Angin Kencang: Gorontalo, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Papua Barat.

Periode 20 – 23 Juli 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): NIHIL.
  • Angin Kencang: Banten dan Jawa Barat.

Imbauan

Memasuki musim kemarau yang semakin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering. BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna mengurangi paparan langsung sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan.

Seiring menguatnya kondisi kering di sejumlah wilayah, masyarakat dan pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas (hotspot) serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas.

Meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal. Oleh karena itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir, serta menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat cuaca buruk.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan.

Catatan:

Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pembaruan tanggal 16 Juli 2026, 15.00 WIB.

Jakarta, 16 Juli 2026
Direktorat Meteorologi Publik BMKG

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan Lainnya

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 17 – 23 Juli 2026: Musim Kemarau Semakin Meluas, Potensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer Masih Ada

Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 17 – 23 Juli 2026: Musim Kemarau Semakin Meluas, Potensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer Masih Ada

Baca selengkapnya
Hubungi via WhatsApp