Rabu-Sabtu (06-09/04/2016) Pusat Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa BMKG melakukan kegiatan pemeliharaan sistem proteksi petir terpadu. Sistem proteksi petir terpadu adalah sistem proteksi petir yang terintegrasi baik eksternal dan internal (Gambar 1). Sistem proteksi eksternal untuk melindungi manusia dan bangunan dari bahaya sambaran petir langsung, Sedangkan sistem proteksi internal untuk melindungi peralatan elektronik dari bahaya sambaran tidak langsung / induksi. Sistem proteksi eksternal meliputi terminal udara (air termination), konduktor turun (down conductor), dan sistem pertanahan (grounding). Sementara proteksi internal dikenal dengan nama arrester yang berfungsi untuk memotong tegangan lebih sesaat pada jaringan kabel yang ditimbulkan oleh induksi petir. Sistem proteksi petir dapat mengalami kerusakan, oleh sebab itu diperlukan pemeliharaan yang baik dan pemeriksaan berkala. Dengan adanya pemeriksaan berkala dapat mendeteksi dini terjadinya kerusakan sehingga dapat segera diperbaiki atau diganti, pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dilaksanakan pada 3 lokasi yaitu, Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor dan Stasiun Meteorologi Citeko Bogor.
Gambar 1
Kegiatan Pengukuran Proteksi Petir Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor
Kegiatan Pengukuran Proteksi Petir Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor(2)
BMKG Laksanakan Pemantauan Hilal Serentak di 37 Lokasi, Pastikan Kesiapan Observasi di Seluruh Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan pemantauan hilal secara serentak di 37 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia pada Kamis (19/03/2026).
Kawal Keselamatan Mudik Lebaran 2026, BMKG Pastikan Kesiapan Layanan Informasi Cuaca Terintegrasi
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melakukan rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan posko pelayanan mudik Lebaran 2026, Rabu (18/03/2026).
Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kajian Ramadan bertajuk Samudra: Safari Ilmu di Bulan Ramadan yang merupakan bagian dari program Ramadan di Kampus (RDK) di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.