Kembali ke Berita Utama

BMKG Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Tantangan Iklim dan Risiko Bencana melalui Rakornas 2026

Dian Endah
BMKG Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Tantangan Iklim dan Risiko Bencana melalui Rakornas 2026

Yogyakarta, 11 Mei 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat arah kebijakan organisasi, modernisasi layanan, serta sinergi nasional. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BMKG Tahun 2026 yang digelar di Yogyakarta, Senin (11/5/2026).

Dalam sambutannya, Faisal menjelaskan bahwa Rakornas BMKG 2026 yang berlangsung pada 10–12 Mei 2026 menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan, perencanaan, dan penganggaran BMKG tahun 2027. Selain itu, Rakornas juga menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan layanan BMKG tetap adaptif terhadap tantangan nasional maupun global yang terus berkembang.

“Rakornas menjadi forum penting dalam sinkronisasi perencanaan dan penganggaran BMKG tahun 2027, termasuk penguatan pembangunan infrastruktur layanan dan sistem peringatan dini di Indonesia,” kata Faisal.

Menurutnya, fokus BMKG ke depan bukan sekadar menjaga keberlangsungan layanan, tetapi memastikan institusi mampu berkembang menjadi lembaga yang lebih modern, tangguh, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Faisal menegaskan bahwa Rakornas BMKG tahun 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan maupun forum seremonial, melainkan forum strategis tertinggi di lingkungan BMKG untuk merumuskan arah kebijakan organisasi. Terlebih, saat ini pemerintah tengah memasuki periode Midterm Review RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029.

“Rakornas tahun 2026 menjadi momentum yang sangat penting bagi kita untuk mengevaluasi pelaksanaan program, menyusun prioritas secara lebih tajam, dan memastikan pembangunan BMKG berada pada jalur yang tepat di tengah dinamika nasional maupun global yang terus berubah. Kita harus berani melihat tantangan secara objektif, holistik, dan komprehensif,” pesannya.

Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa peran BMKG saat ini semakin luas dan strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Selain di sektor kebencanaan, layanan BMKG juga menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pangan, sumber daya air, energi, transportasi, pertanian, pertahanan, keamanan, hingga pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga mengingatkan potensi tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia pada musim kemarau 2026. Untuk itu, BMKG dituntut hadir sebagai institusi yang mampu menyediakan informasi yang presisi, responsif, dan dapat diandalkan pemerintah maupun masyarakat dalam mengambil keputusan.

“Tanggung jawab yang kita emban adalah tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada yang lebih memotivasi dari keyakinan bahwa tugas yang kita jalani adalah tugas mulia,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan tata kelola dan integritas organisasi, pada Rakornas BMKG 2026 juga diberikan penghargaan kepada sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Adapun penerima penghargaan tersebut meliputi:

  • Predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM): Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dan Stasiun Klimatologi Bengkulu
  • Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK): Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta dan Stasiun Meteorologi Juanda.

Selain itu, BMKG juga memberikan penghargaan kepada unit kerja dan UPT terbaik dalam pengelolaan arsip dinamis sebagai bentuk penguatan tertib administrasi dan tata kelola organisasi. Pada kesempatan yang sama, sejumlah UPT turut memperoleh peningkatan kelas sebagai bentuk apresiasi atas peningkatan kapasitas layanan dan kinerja organisasi.

Faisal turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan BMKG atas dedikasi dan kerja keras dalam memperkuat transformasi kelembagaan BMKG.

“Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan BMKG yang telah bekerja keras membangun institusi ini menjadi lembaga yang semakin dipercaya, modern, dan responsif,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakornas sekaligus Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, melaporkan bahwa Rakornas BMKG 2026 diikuti sekitar 480 peserta yang terdiri dari Pejabat Eselon I dan II BMKG, Kepala Balai Besar Wilayah I–V, Kepala UPT Koordinator dan Non-Koordinator Provinsi, hingga Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) BMKG.

Ia juga menjelaskan bahwa pada Rakornas tahun ini terdapat agenda pelantikan tiga Pejabat Eselon II BMKG yang telah terpilih sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan teknis dan manajerial di tingkat pusat.

Menurutnya, Rakornas tahun ini diharapkan mampu menghasilkan konsensus strategis dalam memperkuat sistem peringatan dini nasional melalui pembangunan infrastruktur, modernisasi peralatan observasi, serta penguatan kepemimpinan organisasi.

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Berita Utama Lainnya

Hubungi via WhatsApp