Kembali ke Berita Utama

BMKG Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama pada Rakornas 2026, Perkuat Transformasi Organisasi dan Layanan Publik

Dian Endah
BMKG Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama pada Rakornas 2026, Perkuat Transformasi Organisasi dan Layanan Publik

Yogyakarta, 11 Mei 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BMKG dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BMKG Tahun 2026 di Yogyakarta, Senin (11/5/2026).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. Dalam arahannya, Faisal menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan bagian dari upaya memperkuat organisasi agar semakin adaptif, responsif, dan mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.

“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan bagian dari upaya memperkuat organisasi agar semakin adaptif, responsif, dan mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat yang dilantik memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, keberlangsungan pembangunan nasional, dan kepercayaan publik terhadap BMKG.

“Saya meminta kepada para pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan amanah ini dengan penuh integritas, loyalitas, profesionalitas, dan sense of urgency yang tinggi,” jelasnya.

Adapun pejabat yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Kepala BMKG Nomor 2.2.10-KB.04.04/BMKG/6/2026 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan BMKG, yaitu:

  • Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc. sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG;
  • Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M. sebagai Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG;
  • Nasrol Adil, S.S.T., M.T. sebagai Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV Makassar.

Faisal menegaskan bahwa Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami harus terus memperkuat sistem monitoring, analisis, dan diseminasi informasi gempa bumi dan tsunami yang cepat dan akurat kepada masyarakat. Sementara itu, Direktorat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu diharapkan mampu memperkuat layanan geofisika dan standardisasi tanda waktu nasional berbasis teknologi modern. Selain itu, Balai Besar MKG Wilayah IV juga didorong menghadirkan kepemimpinan lapangan yang responsif serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah kerjanya.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga menekankan pentingnya budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berintegritas di lingkungan BMKG. Ia meminta seluruh jajaran meninggalkan pola birokrasi yang tidak produktif dan memperkuat pengawasan internal, disiplin organisasi, serta kerja tim yang solid.

“Pelantikan hari ini tidak hanya menjadi bagian dari penguatan organisasi melalui penyegaran kepemimpinan, tapi juga menjadi energi baru bagi seluruh jajaran BMKG dalam menghadapi agenda strategis organisasi ke depan,” pesannya.

Prosesi pelantikan turut diikuti dengan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan Pakta Integritas oleh para pejabat yang dilantik. Melalui pakta integritas tersebut, para pejabat berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, transparan, akuntabel, serta menjunjung tinggi prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Momentum pelantikan juga dinilai selaras dengan pelaksanaan Rakornas BMKG Tahun 2026 yang menjadi forum strategis dalam memperkuat transformasi organisasi, tata kelola kelembagaan, dan kualitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika bagi masyarakat Indonesia.

“Mari bangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berintegritas. Tinggalkan pola birokrasi yang tidak produktif, perkuat pengawasan internal, disiplin organisasi, dan kerja tim yang solid,” pungkasnya.

Melalui pelantikan ini, BMKG diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi, kepemimpinan teknis dan manajerial, serta kualitas pelayanan publik dalam mendukung keselamatan masyarakat dan ketahanan nasional terhadap risiko bencana hidrometeorologi dan geofisika.

Berita Utama Lainnya

Hubungi via WhatsApp