
Kembali ke Berita Utama
Kunjungan Kerja Spesifik di Banten, BMKG Perkuat Dukungan Data MKG untuk Pembangunan Tangguh Bencana
16 January 2026
Fahmi Dendi Saputra
Berita Utama

Banten 15 Januari 2026 – Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Utama BMKG, Guswanto melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Banten bersama Komisi V DPR RI. Kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Lebak sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae dan para Anggota Komisi V DPR RI, serta Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk meninjau langsung peran dan kontribusi BMKG dalam mendukung ketahanan infrastruktur serta keselamatan transportasi, khususnya melalui penyediaan layanan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah.
Dalam paparannya, Guswanto menyampaikan bahwa BMKG menyediakan layanan informasi cuaca, iklim, dan gempabumi secara operasional 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Informasi tersebut meliputi prakiraan cuaca harian hingga mingguan, peringatan dini cuaca ekstrem, prakiraan musim, peringatan dini iklim ekstrem, serta informasi gempabumi dan potensi tsunami.
“Data dan informasi BMKG menjadi dasar penting dalam mendukung perencanaan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan, termasuk untuk sektor transportasi darat, laut, dan udara,” ujarnya.
BMKG juga menekankan pentingnya sistem peringatan dini dalam mengurangi risiko bencana. Di wilayah Banten, khususnya Kabupaten Lebak, BMKG secara aktif menyediakan peringatan dini hujan ekstrem, informasi aktivitas kegempaan, serta dukungan data seismik untuk perencanaan bangunan dan jembatan tahan gempa. Informasi tersebut diintegrasikan dengan sistem peringatan daerah melalui koordinasi bersama BPBD setempat.
Selain itu, BMKG turut mendukung keselamatan pelayaran melalui rencana pembangunan Radar Maritim tipe array di Selat Sunda bagian selatan pada tahun 2025. Radar ini diharapkan dapat memperkuat pemantauan kondisi cuaca laut dan tinggi gelombang, sehingga risiko kecelakaan transportasi laut dapat diminimalkan.
Ridwan bae yang turut hadir dalam kunjungan kerja ini memberikan apresiasi atas peran BMKG dalam mendukung mitigasi bencana dan keselamatan infrastruktur. DPR RI mendorong agar sinergi antara BMKG, Kementerian PU, Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan terkait terus diperkuat, khususnya dalam pemanfaatan data MKG untuk perencanaan pembangunan.
Melalui kunjungan kerja spesifik ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan DPR RI, Kementerian PU, dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pembangunan yang adaptif terhadap risiko bencana, menuju Banten yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.



