
Kembali ke Berita Utama
Hadiri Kunker Komisi V DPR RI di Merak, BMKG Sampaikan Kondisi Cuaca dan Gelombang Selat Sunda Jelang Mudik Lebaran 2026
12 March 2026
Linda
Berita Utama

Banten, 12 Maret 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terus melakukan pemantauan atmosfer secara berkelanjutan serta menyampaikan informasi dan peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat selama periode Posko Angkutan Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di kawasan Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (12/3/2026).
Dalam paparannya, Faisal menjelaskan bahwa secara umum kondisi cuaca dan perairan di wilayah Banten, khususnya jalur penyeberangan Selat Sunda, relatif kondusif untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Kondisi tersebut dinilai cukup mendukung perjalanan darat masyarakat yang menuju pelabuhan selama periode mudik.
“Insyaallah, kondisi cuaca tahun ini cukup mendukung untuk perjalanan darat,” ujar Faisal.
Lebih lanjut, ia merincikan bahwa berdasarkan prediksi curah hujan di wilayah Banten untuk bulan Maret dan April, sisi utara terpantau berada dalam kategori rendah hingga menengah. Sementara itu, wilayah bagian selatan, curah hujan berada di kategori menengah hingga tinggi. Menjelang bulan April, curah hujan di sepanjang ruas jalan tol diprediksi masuk kategori rendah hingga menengah.
Terkait kondisi perairan laut, selama bulan Maret tinggi gelombang di wilayah Selat Sunda diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 2 meter yang masih aman untuk pelayaran. Kecepatan angin terpantau berada pada kisaran 2 hingga 6 knot, jauh di bawah batas maksimal pelayaran sebesar 20 knot. Sementara itu, kecepatan arus laut tercatat berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter per detik, masih jauh di bawah ambang batas 120 sentimeter per detik.
“Secara umum, gelombang, angin, dan arus masih kondusif untuk libur Lebaran tahun ini. Bahkan, untuk periode 15-17 Maret, kondisi laut diprediksi sangat tenang dengan tinggi gelombang kurang dari 0,5 meter,” jelasnya.
Untuk memastikan keselamatan pelayaran dan aktivitas penyeberangan, BMKG secara intensif memantau kondisi atmosfer serta memperbarui prakiraan cuaca maritim secara berkala. Informasi prakiraan cuaca maritim untuk tiga hari ke depan diperbarui setiap satu jam dan disampaikan langsung kepada pemangku kepentingan di pelabuhan, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Faisal menegaskan bahwa informasi yang disampaikan BMKG mencakup suhu udara, kelembapan, kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, serta tinggi gelombang di wilayah Pelabuhan Merak, Bakauheni, dan sekitarnya.
“BMKG bertugas menyuplai informasi, namun kewenangan untuk menghentikan pelayaran saat status mencapai level ‘Awas’ sepenuhnya berada di tangan KSOP,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga menyoroti kesiapan infrastruktur observasi BMKG di wilayah Banten. Dari sekitar 10.800 Alat Utama (Alut) BMKG yang tersebar di seluruh Indonesia, Provinsi Banten termasuk wilayah dengan dukungan fasilitas observasi yang cukup lengkap.
Ia menambahkan bahwa BMKG juga mengoperasikan Automatic Weather Station (AWS) Maritim di Merak, Ciwandan, dan Bakauheni, serta AWS yang terpasang di kapal penyeberangan seperti KMP Legundi. Selain itu, terdapat radar maritim di Merak dan Cinangka yang bekerja selama 24 jam secara real-time untuk memantau potensi cuaca ekstrem, kondisi gelombang laut, hingga potensi gempa bumi dan tsunami.
“BMKG menghimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” kata Faisal.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, menegaskan bahwa kunjungan kerja lintas sektor ini penting untuk memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran.
“Kegiatan mudik adalah agenda rutin tahunan. Kami berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman, sehingga masyarakat terlayani dengan baik dan roda ekonomi tetap optimal,” ungkapnya.
Roberth juga menambahkan bahwa hasil temuan dari kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam Rapat Kerja (Raker) maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan kementerian dan lembaga terkait di DPR RI.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, BMKG, Basarnas, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), KNKT, Badan Usaha Jalan Tol pengelola ruas Tol Jakarta–Merak, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo, Korlantas Polri, pengelola rest area Tol Jakarta–Merak, serta Pemerintah Provinsi Banten.
Melalui pemantauan atmosfer secara berkelanjutan, penguatan jaringan observasi, serta penyampaian informasi cuaca yang cepat dan akurat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keselamatan masyarakat serta kelancaran mobilitas selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.





