Kembali ke Berita Utama

BMKG Tegaskan Sinergi UPT sebagai Fondasi Informasi MKG yang Lebih Responsif di Kalimantan

Fahmi Dendi Saputra
BMKG Tegaskan Sinergi UPT sebagai Fondasi Informasi MKG yang Lebih Responsif di Kalimantan

Banjarmasin 25 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam meningkatkan layanan informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika khususnya di wilayah Kalimantan.

Dalam arahannya Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menilai bahwa koordinasi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah, khususnya di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, telah menunjukkan perkembangan yang positif.

“Saya melihat kedua provinsi ini memiliki koordinasi yang kuat antar UPT, ini sejalan dengan target kita ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, transformasi organisasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembenahan di tingkat pusat untuk menyamakan visi, kemudian dilanjutkan dengan penguatan peran Balai dan UPT di daerah.

“Setiap kebijakan idealnya didukung oleh naskah akademik. Namun, paling tidak harus ada concept note sebagai dasar awal. Penambahan maupun penempatan UPT tidak bisa dilakukan serta-merta, tetapi harus melalui pertimbangan yang matang. Ke depan, rasionalisasi UPT juga diperlukan agar penempatannya lebih tepat, efektif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menyampaikan adanya transformasi besar dalam arah kebijakan instansi. Ke depan, layanan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika tidak lagi sekadar menyampaikan data cuaca, melainkan bertransformasi menjadi layanan berbasis dampak (Impact-Based Forecasting) yang menyasar multisektor.

Langkah ini diambil agar informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dapat diaplikasikan lebih luas, tidak hanya terbatas pada mitigasi bencana, tetapi juga menjadi pilar pendukung dalam sektor pembangunan nasional. Sektor-sektor strategis seperti transportasi, pertambangan, hingga pariwisata kini menjadi fokus utama dalam peta jalan transformasi layanan BMKG

“Ke depan, layanan BMKG harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, sinergi, kolaborasi, dan komunikasi menjadi kunci utama,” ujarnya.

Andri juga mengapresiasi inisiatif UPT yang telah menjalin kemitraan dengan sektor swasta, seperti penyediaan radar cuaca oleh mitra industri. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem peringatan dini dan meningkatkan kualitas layanan informasi.

Plt. Direktur Meteorologi Maritim, Agi Wandala Putra turut menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan riil masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan pengguna jasa maritim. Ia mengungkapkan bahwa tantangan layanan meteorologi maritim di Kalimantan sangat beragam, mulai dari aktivitas pelabuhan hingga kebutuhan masyarakat pesisir.

“Kami melihat langsung bahwa kebutuhan informasi cuaca maritim di Kalimantan sangat nyata, baik untuk sektor industri maupun masyarakat pesisir. Ini menjadi dasar kami untuk menyusun kajian dan penguatan layanan ke depan,” jelasnya.

Disisi lain Kepala Balai Besar Wilayah III BMKG menegaskan bahwa kolaborasi lintas UPT menjadi kunci dalam menjawab tantangan layanan yang semakin kompleks. Ia mencontohkan pentingnya fleksibilitas dalam pelaksanaan tugas di lapangan, termasuk tidak terpaku pada batasan mandatori wilayah apabila terdapat kebutuhan layanan yang mendesak.

“Yang terpenting adalah bagaimana layanan itu hadir. Jangan sampai ada kegiatan di depan mata tetapi tidak ditangani hanya karena terbentur mandatori. Prinsipnya adalah sinergi dan solusi,” imbuhnya.

Ia juga mendorong optimalisasi potensi layanan di sektor maritim dan transportasi sungai, seperti pengembangan prakiraan cuaca di sepanjang alur Sungai Barito yang melibatkan beberapa UPT sekaligus. Inovasi ini diharapkan dapat meniru keberhasilan layanan serupa di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Melalui penguatan sinergi ini, BMKG optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang lebih adaptif, responsif, dan berdampak luas bagi masyarakat serta pembangunan di wilayah Kalimantan.

Hubungi via WhatsApp