Kembali ke Berita Utama

Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Jawa Tengah, BMKG Paparkan Prospek Cuaca 2026 dan Kesiapan Arus Mudik Lebaran

21 February 2026

Linda

Berita Utama

Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Jawa Tengah, BMKG Paparkan Prospek Cuaca 2026 dan Kesiapan Arus Mudik Lebaran

Jawa Tengah, 20 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siap memberikan dukungan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 melalui penyediaan informasi cuaca, iklim, dan peringatan dini yang terintegrasi. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah dalam rangka peninjauan Stasiun Tawang Semarang serta lokasi banjir rob di Jalan Pantura Sayung, Jumat (20/2/2026).

Kunjungan ini difokuskan pada kesiapan infrastruktur transportasi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Angkutan Lebaran, sekaligus penanganan dampak banjir rob yang memengaruhi operasional kereta api di wilayah Daop 4 Semarang.

Dalam rapat kerja, Faisal memaparkan kondisi terkini serta prospek cuaca dan iklim tahun 2026, khususnya di Jawa Tengah. Ia mengingatkan bahwa periode Februari hingga Maret berpotensi didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi.

“Terkait kondisi di daerah Jawa Tengah selama bulan Februari dan Maret 2026, kita harus bersiap. Saat periode (persiapan) Lebaran nanti, khususnya di Jawa Tengah, diprediksi akan terjadi banyak hujan,” ujar Faisal.

Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan pada Februari hingga Maret 2026 diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, terutama di wilayah tengah dan daerah pegunungan Jawa Tengah. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor. Memasuki Maret hingga April 2026, intensitas hujan diprediksi masih relatif tinggi. Sementara itu, pada Mei hingga Juni 2026 wilayah Jawa Tengah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengamanan Angkutan Lebaran, BMKG menyiapkan dukungan meliputi prakiraan cuaca harian dan dasarian pada jalur utama mudik darat, laut, dan udara; peringatan dini cuaca ekstrem di titik-titik rawan banjir, longsor, dan rob; informasi tinggi gelombang untuk pelayaran di perairan utara Jawa; serta pembaruan informasi cuaca secara real-time melalui kanal digital BMKG.

Faisal menegaskan bahwa informasi meteorologi dan klimatologi merupakan elemen krusial dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran.

“BMKG menghimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif guna memastikan pembangunan serta peningkatan layanan transportasi berjalan optimal. Ia menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas instansi, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

“Kami ingin memastikan bahwa peningkatan fasilitas, standar keselamatan, serta kesiapan menghadapi lonjakan penumpang saat Angkutan Lebaran benar-benar siap, sehingga masyarakat mendapatkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal,” ujar Lasarus.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi serta menangani potensi bencana yang mungkin terjadi.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Plt. Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani, Kepala Biro Perencanaan Haryo Seno Pranandito, serta jajaran Kepala UPT BMKG di Jawa Tengah, yakni Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto, Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo, dan Kepala Geofisika Banjarnegara Hery Susanto Wibowo.

Kunjungan kerja ini juga dihadiri Menteri Perhubungan beserta jajaran, perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Desa dan PDTT, Kementerian Transmigrasi, Basarnas, dan PT KAI.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, diharapkan penguatan infrastruktur transportasi serta kesiapan arus mudik Lebaran 2026 dapat dilaksanakan secara terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Berita Utama Lainnya

Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Jawa Tengah, BMKG Paparkan Prospek Cuaca 2026 dan Kesiapan Arus Mudik Lebaran

Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Jawa Tengah, BMKG Paparkan Prospek Cuaca 2026 dan Kesiapan Arus Mudik Lebaran

Gelar Pertemuan Rutin, DWP BMKG Perkuat Silaturahmi dan Arah Program Tahun Berjalan

Gelar Pertemuan Rutin, DWP BMKG Perkuat Silaturahmi dan Arah Program Tahun Berjalan

Fokus pada Keselamatan Masyarakat, BMKG-ITB Perkuat Rantai Informasi Peringatan Dini

Fokus pada Keselamatan Masyarakat, BMKG-ITB Perkuat Rantai Informasi Peringatan Dini