
Kembali ke Berita Utama
BMKG Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Perkuat Kesiapsiagaan Layanan Publik
09 February 2026
Linda
Berita Utama

Jakarta, 9 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi melantik Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan BMKG di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin (9/2/2026) ini. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.
Dalam arahannya, Faisal menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan amanah dan kepercayaan negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hal tersebut sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi cuaca, iklim, dan peringatan dini kebencanaan.
“Pelantikan ini merupakan amanah dan kepercayaan negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan peran strategis dalam memastikan kebijakan pimpinan hadir dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujar Faisal.
Ia menjelaskan bahwa Pejabat Administrator memiliki peran penting dalam memastikan perencanaan, koordinasi, dan pengendalian program berjalan secara efektif. Sementara itu, Pejabat Pengawas bertugas menjaga disiplin, mutu pelayanan, serta kepatuhan terhadap prosedur kerja. Keberhasilan kedua jabatan tersebut, menurutnya, diukur dari kualitas layanan BMKG yang nyata, konsisten, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Seiring meningkatnya perhatian dan harapan publik terhadap BMKG, Faisal menekankan bahwa masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, jelas, konsisten, dan dapat dipercaya, terutama di tengah dinamika cuaca ekstrem dan meningkatnya risiko kebencanaan.
“Fokus utama kita adalah keselamatan publik. Seluruh jajaran harus bekerja solid, tidak reaktif, tidak saling menyalahkan, dan mengedepankan tanggung jawab institusional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Faisal mengingatkan bahwa menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, khususnya pada periode mudik Lebaran, kebutuhan informasi cuaca dan peringatan dini akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan BMKG harus tepat waktu, mudah dipahami, serta relevan dengan kondisi di lapangan.
Ia juga meminta seluruh unit kerja memastikan kesiapsiagaan operasional, mulai dari kesiapan personel, sistem peralatan, hingga koordinasi internal dan lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan media, agar informasi yang disampaikan kepada publik seragam dan tidak menimbulkan multitafsir.
“Dalam situasi yang menjadi perhatian publik, kepemimpinan lapangan sangat menentukan. Tampilkan kepemimpinan yang tenang, terbuka, cepat dalam mengambil keputusan namun tetap akuntabel, serta jaga soliditas tim dan kepercayaan publik,” pesannya.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Faisal berharap agar segera beradaptasi dan menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Momentum mudik Lebaran disebut sebagai ujian nyata kehadiran dan peran BMKG dalam memberikan layanan publik.
“Mari kita jaga kepercayaan masyarakat dan nama baik institusi melalui pelayanan yang berkualitas dan orientasi pada keselamatan publik,” ujarnya.
Dalam rangkaian pelantikan tersebut, para pejabat yang dilantik juga mengucapkan sumpah jabatan serta menandatangani Pakta Integritas sebagai komitmen untuk menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Melalui pelantikan ini, BMKG diharapkan semakin memperkuat kinerja organisasi, soliditas internal, serta kualitas pelayanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung keselamatan publik dan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana.
Adapun nama-nama Pejabat Administrator dan Pengawas yang dilantik tercantum dalam dokumen resmi keputusan pimpinan BMKG sebagai berikut:
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.










