Jakarta, 22 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan edukatif dari siswa-siswi SD Abdurrahman Bin Auf untuk memperdalam pemahaman mengenai cuaca, iklim, serta mitigasi gempa bumi dan tsunami. Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dirancang untuk membekali siswa dengan kesiapsiagaan bencana sejak dini.
Eksplorasi Museum Geofisika dan Galeri BAIK
Memulai kegiatan di Museum Geofisika, Bayu dan Galih dari Kedeputian Bidang Geofisika memperkenalkan sejarah serta mekanisme kerja seismograf. “Seismograf mencatat guncangan yang terjadi saat lempeng bumi bergerak,” jelas Bayu kepada para siswa.
Sementara itu, di Galeri B.A.I.K (Bumi, Atmosfer. Iklim, dan Kualitas Udara), Kak Rendy dari Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG mengajak siswa mengamati alat pengukur curah hujan serta arah dan kecepatan angin. Siswa juga mempelajari siklus hidrologi, yakni proses pergerakan air dari bumi ke atmosfer hingga kembali menjadi hujan.
Antusiasme meningkat saat siswa menjajal simulator gempa yang menyimulasikan gempa bumi Lombok 2018. Melalui simulasi ini, mereka merasakan langsung getaran gempa sekaligus memperoleh pemahaman bahwa intensitas guncangan akan melemah seiring bertambahnya jarak dari pusat gempa.
Belajar Bersama Narasumber BMKG
Usai eksplorasi, siswa berkumpul di Media Center untuk sesi materi yang disampaikan oleh narasumber dari Kedeputian Bidang Geofisika dan Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG. Bayu, narasumber dari Kedeputian Bidang Geofisika menjelaskan bahwa gempa bumi dipicu oleh tumbukan lempeng tektonik, lengkap dengan panduan mitigasi saat bencana terjadi. Suasana tetap hidup berkat selingan kuis yang menguji pemahaman siswa.
Selanjutnya, Galih, narasumber yang juga dari Kedeputian Bidang Geofisika BMKG memaparkan proses terjadinya tsunami dan pentingnya sistem peringatan dini berbasis analisis data seismograf BMKG. Sesi materi ditutup oleh Fahmi, narasumber dari Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG yang menguraikan perbedaan cuaca dan iklim. Di mana, cuaca didefinisikan sebagai kondisi atmosfer pada waktu dan tempat tertentu yang bersifat jangka pendek.
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan kuis berhadiah, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membekali siswa dengan kesiapsiagaan bencana sejak dini.(Fd)