Jakarta, 8 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan benchmarking dari Corporate Security Division PT Astra International Tbk dalam rangka memperkuat pemahaman terkait mitigasi bencana dan manajemen risiko, khususnya gempa bumi dan tsunami.
Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa BMKG memiliki sistem pemantauan dan peringatan dini yang terus dikembangkan untuk mendukung upaya mitigasi bencana di Indonesia. Salah satunya, melalui Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang mampu memberikan informasi cepat terkait potensi tsunami pascagempa bumi.
Selain informasi pascakejadian, BMKG juga memiliki data potensi bahaya seperti peta patahan dan kajian mikrozonasi yang dapat dimanfaatkan sebagai langkah mitigasi sebelum bencana terjadi. Informasi tersebut dinilai penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis risiko, termasuk bagi sektor industri.
Sementara itu, Pranata Humas Ahli Madya BMKG, Taufiq Kurniawan, menyampaikan bahwa layanan BMKG tidak hanya terbatas pada gempa bumi, tetapi juga mencakup informasi meteorologi dan klimatologi yang dapat dimanfaatkan secara luas.
Menurutnya, meteorologi berkaitan dengan kondisi cuaca dalam jangka waktu pendek hingga harian, sedangkan klimatologi mempelajari pola cuaca dalam jangka panjang. BMKG juga menyediakan layanan prakiraan cuaca yang diperbarui secara berkala, termasuk untuk sektor publik, maritim, dan penerbangan.
“Informasi yang kami hasilkan tidak hanya untuk kebutuhan umum, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh sektor strategis dalam mendukung operasional dan mitigasi risiko,” ujarnya.
Corporate Security Division Head PT Astra International Tbk, Selly Irfandy, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat sistem manajemen risiko.
Ia menekankan bahwa Astra sebagai perusahaan dengan banyak instalasi dan unit usaha di berbagai wilayah perlu memahami potensi risiko bencana, terutama gempa bumi dan tsunami. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan karyawan serta keberlangsungan operasional perusahaan.
“Kami ingin belajar bagaimana memanfaatkan informasi kebencanaan, termasuk mitigasi sejak dini, agar perusahaan dapat tetap resilien dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti rangkaian kunjungan ke beberapa fasilitas BMKG, antara lain Simulator Gempa Bumi untuk merasakan langsung dampak gempa dengan berbagai skenario, serta ruang operasional Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) yang menampilkan sistem peringatan dini multibahaya, mencakup InaTEWS, Meteorology Early Warning System (MEWS), Climate Early Warning System (CEWS), dan Earthquake Early Warning System (EEWS).
Pada kunjungan ini, para tamu kunjungan mendapatkan pemahaman mendalam terkait seluruh layanan BMKG, termasuk pemanfaatan teknologi dalam penyediaan informasi, sekaligus memperkuat kerja sama antarlembaga. Melalui kegiatan ini, diharapkan PT Astra International Tbk dapat semakin memahami pentingnya pemanfaatan data BMKG dalam mendukung manajemen risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana.