Kembali ke Berita

Perkuat Diplomasi Iklim, BMKG dan Kementerian Luar Negeri Jalin Sinergi Strategis

24 February 2026

Dwi Herlambang

Berita

Perkuat Diplomasi Iklim, BMKG dan Kementerian Luar Negeri Jalin Sinergi Strategis

Jakarta, 24 Februari 2026 – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menerima kunjungan audiensi Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, di Gedung Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta. Pertemuan strategis ini membahas integrasi kapasitas teknis BMKG ke dalam instrumen diplomasi luar negeri Indonesia guna menghadapi tantangan perubahan iklim global yang kian kompleks.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa perubahan iklim saat ini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah bertransformasi menjadi isu strategis global yang memengaruhi stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, energi, hingga keselamatan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

“Kapasitas suatu negara dalam menyediakan data kredibel dan sistem peringatan dini yang andal kini menjadi pilar strategis dalam menentukan posisi dan pengaruh Indonesia di kancah internasional. Perubahan iklim akan menjadi faktor penentu dalam dinamika geopolitik dan geoekonomi global ke depan,” kata Faisal, Selasa (24/2).

Lebih lanjut, sebagai institusi teknis yang mewakili Indonesia di mata dunia, BMKG secara konsisten menunjukkan peran aktifnya dalam World Meteorological Organization (WMO). Saat ini, Indonesia memegang posisi sebagai Permanent Representative sekaligus anggota Executive Council WMO, forum tertinggi dalam pengambilan keputusan strategis meteorologi dunia.

BMKG juga aktif memberikan kontribusi nyata melalui kerja sama teknis dan penguatan kapasitas bagi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik serta negara berkembang lainnya. Peran ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang tidak hanya menjadi bagian dari sistem global, tetapi juga penggerak utama dalam memperkuat layanan iklim regional.

Dalan audiensi kali ini, Wamenlu turut diperkenalkan seluruh layanan utama yang saat ini dilaksanakan oleh BMKG. Mulai dari Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-Tews), Meteorological Early Warning System (MEWS), Climate Early Warning System (CEWS), hingga sejarah modifikasi cuaca di Indonesia dan dunia.

Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, menyambut baik audiensi kementeriannya dengan BMKG. Melalui pertemuan ini, ia mengharap kedua instansi segera mengimplementasikan seluruh praktik baik yang telah dipaparkan demi kepentingan masyarakat luas.

Oleh karena itu, pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara BMKG dan Kementerian Luar Negeri. Kolaborasi ini menyelaraskan seluruh kapasitas teknis serta kemitraan internasional BMKG dengan strategi diplomasi nasional.

Melalui audiensi ini, BMKG berharap mendapat arahan strategis untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih terintegrasi, guna memastikan Indonesia tetap menjadi pemain kunci dalam arsitektur kerja sama iklim global dan pelindungan masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi.

Turut hadir dalam pertemuan ini Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, Deputi Bidang Klimatologi, Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca, Tri Handoko Seto, Deputi Bidang Infrastruktur MKG, Michael Andreas Purwoadi, serta jajaran Direktur bidang MKG.

Berita Lainnya

Perkuat Diplomasi Iklim, BMKG dan Kementerian Luar Negeri Jalin Sinergi Strategis

Perkuat Diplomasi Iklim, BMKG dan Kementerian Luar Negeri Jalin Sinergi Strategis

BMKG Terima Kunjungan Duta Besar Finlandia, Perkuat Kerja Sama Teknologi Meteorologi dan Ketahanan Iklim

BMKG Terima Kunjungan Duta Besar Finlandia, Perkuat Kerja Sama Teknologi Meteorologi dan Ketahanan Iklim

Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Jawa Tengah, BMKG Paparkan Prospek Cuaca 2026 dan Kesiapan Arus Mudik Lebaran

Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Jawa Tengah, BMKG Paparkan Prospek Cuaca 2026 dan Kesiapan Arus Mudik Lebaran