Jakarta, 25 Mei 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan siswa-siswi SMAIT Gema Nurani. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa terkait meteorologi, klimatologi, serta mitigasi gempa bumi dan tsunami melalui pengenalan sistem operasional dan peralatan pengamatan.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Simulator Gempa Bumi. Para siswa merasakan simulasi getaran gempa dengan berbagai tingkat kekuatan berdasarkan jarak dari sumber gempa, mulai dari terjauh hingga terdekat.
Selanjutnya, siswa mengunjungi Taman Alat Meteorologi untuk mengenal berbagai alat pengamatan cuaca. Anni Okvita dari Direktorat Meteorologi Penerbangan menjelaskan fungsi sejumlah alat meteorologi, seperti evaporimeter, sangkar meteorologi, campbell stokes, dan penakar hujan. Para siswa diajak memahami cara kerja alat-alat tersebut dalam mendukung analisis kondisi dan prakiraan cuaca.
Kegiatan berlanjut ke Galeri B.A.I.K (Bumi, Atmosfer, Iklim, dan Kualitas Udara). Siswa mempelajari berbagai alat pengamatan iklim serta informasi mengenai perubahan iklim yang saat ini terjadi di Indonesia.
Aulia Nurusyifa dari Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami menjelaskan bahwa jenis gempa bumi bukan hanya gempa tektonik, tetapi ada gempa reruntuhan, gempa buatan dan gempa vulkanik, Syifa juga menegaskan upaya mitigasi bencana gempa bumi.
Sementara itu, Prakirawan Taneswari Dega Viratri dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG, menjelaskan sistem operasional meteorologi, proses pembuatan informasi prakiraan cuaca, dan Risiko dampak bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Untuk menguji pemahaman sekaligus mengulas kembai materi yang telah dipelajari selama kunjungan, moderator Miftah Fauziah mengajak para siswa bermain cerdas cermat yang mengangkat tema cuaca, gempa bumi, dan alat-alat pengamatan iklim.