Kembali ke Berita Kegiatan

10 Tahun Kolaborasi WCSSP SEA: BMKG Terus Perkuat Inovasi Peringatan Dini Cuaca di Kancah Global

HB Risya
10 Tahun Kolaborasi WCSSP SEA: BMKG Terus Perkuat Inovasi Peringatan Dini Cuaca di Kancah Global

Cebu, 23 Mei 2026 – Guna memastikan penyediaan informasi cuaca yang semakin akurat bagi publik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja menuntaskan partisipasi dalam workshop regional di Cebu, Filipina, yang berlangsung pada 18 hingga 21 Mei 2026.

Acara ini merupakan momentum spesial karena menandai 10 tahun kolaborasi internasional Weather and Climate Science for Service Partnership Southeast Asia (WCSSP SEA). Tahun ini, fokus utamanya sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat: “A decade of collaboration in weather and climate: From scientific innovations to effective and actionable forecast applications”. Tema tersebut menekankan pada upaya transformasi temuan sains meteorologi yang kompleks menjadi peringatan cuaca dini yang praktis yang dapat langsung ditindaklanjuti oleh masyarakat untuk meminimalkan risiko bencana.

Hubungan kerja sama yang erat antara BMKG dan badan cuaca Inggris, UK Met Office, ini telah terjalin sejak 2016. Melalui kolaborasi strategis ini, para ilmuwan, pembuat kebijakan, dan ahli cuaca lintas negara berkumpul untuk bertukar pengetahuan, mengevaluasi kemajuan riset, serta merancang sistem peringatan dini yang lebih tangguh untuk wilayah Asia Tenggara.

Selama satu dekade perjalanan ini, para pakar BMKG turut mengambil peran penting dalam tiga fokus utama kolaborasi yang disebut dengan Work Package. Work Package Pertama (WP1), yang didukung oleh tim dari Pusat Standardisasi Instrumen MKG (PSIMKG), berfokus pada pemahaman fenomena atmosfer skala besar. Tim BMKG secara konsisten meneliti dan memantau dinamika regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) serta berbagai gelombang tropis yang sering kali memicu cuaca ekstrem di Indonesia.

Work Package Kedua (WP2), yang juga melibatkan tim PSIMKG,, menitikberatkan pada pengembangan sains dan pemodelan di tingkat regional, BMKG terus menunjukkan kemandirian teknologi dengan mengembangkan sistem pemodelan prediksi cuaca menggunakan data asimilasi (InaNWP) dan pemodelan kopel atmosfer-laut (InaCAWO) secara mandiri.

Work Package Ketiga (WP3), diwakili oleh Direktorat Meteorologi Publik, berfokus pada penerjemahan sains menjadi layanan informasi. WP3 membahas topik yang paling berdampak langsung bagi publik, yaitu penerapan Layanan Peringatan Dini Berbasis Dampak atau Impact-Based Forecast Warning Service (IBFWS). Lewat sistem ini, informasi dari BMKG tidak sekadar menyebutkan “besok akan hujan lebat”, tetapi sudah berkembang menjadi informasi spesifik seperti “waspada potensi genangan atau pohon tumbang akibat hujan lebat”. Pendekatan ini terbukti lebih efektif dalam membantu masyarakat bersiap diri.

Pada workshop di Cebu pekan lalu, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Dr. Urip Haryoko bersama Science Lead Dr. Erwin S. Makmur turut berpartisipasi aktif membagikan hasil riset terbaru BMKG. Berbagai topik inovatif dipaparkan secara komprehensif, mulai dari Dr. Donaldi Permana yang membahas pengaruh gelombang tropis multi skala terhadap curah hujan ekstrem di Indonesia, disusul oleh Rezky Yunita yang memaparkan hasil evaluasi model cuaca BMKG dalam memprediksi laju siklon tropis Senyar. Pada aspek layanan publik, Riefda Novikarany dan Muhammad Hakiki memaparkan secara detail penerapan sistem Impact Based Forecast (IBF) yang kini sudah berjalan di Indonesia. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) juga menjadi sorotan utama, Nurdeka Hidayanto mempresentasikan pemanfaatan Machine Learning untuk memproses gabungan data dari radar, satelit, dan alat penakar hujan, sementara Muhamad Rifki Taufik membagikan terobosan penggunaan model Artificial Intelligence Weather Prediction (AIWP) untuk membedah kasus hujan ekstrem.

Momentum satu dekade WCSSP SEA ini bukan sekadar perayaan seremonial. Lebih dari itu, kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi BMKG untuk terus meningkatkan kualitas mitigasi bencana nasional, sekaligus membuktikan bahwa SDM dan inovasi teknologi cuaca Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat internasional.

Hubungi via WhatsApp