Kembali ke Berita

DWP BMKG Dorong Perempuan Berdaya Lewat Seminar “Ibu-ibu Reborn”

Linda
DWP BMKG Dorong Perempuan Berdaya Lewat Seminar “Ibu-ibu Reborn”

Jakarta, 28 April 2026 – Dharma Wanita Persatuan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (DWP BMKG) menggelar pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan seminar bertajuk “Ibu-ibu Reborn”, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh anggota DWP BMKG dari seluruh Indonesia secara daring, sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas dan pemberdayaan perempuan.

Ketua DWP BMKG, Mora Teuku Faisal Fathani, dalam sambutannya menekankan pentingnya ruang bagi perempuan untuk terus tumbuh, pulih, dan berkembang menjadi versi terbaik dirinya.

“Tema ini mengajak kita memaknai bahwa perempuan selalu memiliki ruang untuk tumbuh, pulih, dan terlahir kembali. Harapannya, Ibu-ibu DWP bisa menjadi perempuan yang sehat secara mental, kuat, dan berdaya,” ujarnya.

Mora menambahkan, langkah awal dalam proses tersebut adalah membangun kesadaran diri (self-awareness). Menurutnya, sebelum mampu menerima keadaan, setiap individu perlu mengenali dan memahami dirinya terlebih dahulu.

“Seperti yang diajarkan Ki Hajar Dewantara, kita perlu merenung dengan penuh keinsyafan. Setelah mampu menerima, barulah kita bisa ‘reborn’ dan menyusun langkah ke depan. Dan yang tidak kalah penting, semangat women support women harus terus kita hidupkan,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, DWP BMKG menghadirkan narasumber dr. Diana Indah Lestari Christine, Sp.KJ, yang memberikan pemaparan terkait kesehatan mental perempuan. Ia menjelaskan bahwa perempuan saat ini menghadapi tantangan kompleks, baik dari aspek sosial maupun biologis.

Menurutnya, perempuan sering dihadapkan pada beban ganda, yakni tuntutan untuk berperan di ranah publik sekaligus mengelola kehidupan domestik. Di sisi lain, perubahan biologis dan hormonal, mulai dari siklus menstruasi hingga fase menopause, turut memengaruhi kondisi emosional dan psikologis.

“Wanita memiliki banyak peran dalam kehidupannya, sebagai istri, ibu, pendamping karier suami, pengurus organisasi, hingga pendidik anak. Namun, ada satu peran yang paling sering terlupa yaitu peran sebagai seorang pribadi yang mandiri. Kadang kita lupa untuk melakukan self-care atau mengurus diri sendiri,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengajak para peserta menerapkan sejumlah langkah praktis guna membangun ketahanan diri dan keseimbangan hidup. Beberapa diantaranya meliputi penguatan kesadaran dan regulasi emosi, pengembangan ketangguhan (resilience) dan kegigihan, serta pengelolaan waktu yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Selain itu, penting pula membangun sikap asertif dan percaya diri, berpikiran terbuka, serta menerapkan mindfulness atau kesadaran penuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya praktik self-compassion, yaitu kemampuan untuk memahami dan menerima diri sendiri dengan penuh empati.

“Sebagai sesama perempuan, kita memahami tantangan yang dihadapi. Karena itu, penting untuk saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Jadilah sistem pendukung yang kuat satu sama lain,” pesannya.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, DWP BMKG juga meluncurkan buku berjudul “Satu Seragam, Beragam Peran” dalam format flipbook digital. Buku ini memuat jejak pengabdian anggota DWP BMKG di berbagai daerah, sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam organisasi.

Mora menjelaskan bahwa buku tersebut tidak hanya menggambarkan peran anggota sebagai istri ASN, tetapi juga sebagai karyawati BMKG yang aktif berkontribusi dalam organisasi.

“Kami mengajak seluruh anggota, khususnya karyawati muda BMKG, untuk terus aktif dan berperan dalam menggerakkan organisasi DWP. Buku ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para Ketua DWP periode sebelumnya serta karya-karya anggota,” tutur Mora.

Melalui kegiatan ini, DWP BMKG berharap dapat terus memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan, baik dalam keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Semangat untuk tumbuh, saling mendukung, dan berdaya diharapkan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan ke depan.

Hubungi via WhatsApp