Kembali ke Berita

Kepala BMKG Dorong Taruna Nusantara Siap Menuju Indonesia Emas dalam Jumpa Tokoh Nasional

Muhammad Yusril Ihza
Kepala BMKG Dorong Taruna Nusantara Siap Menuju Indonesia Emas dalam Jumpa Tokoh Nasional

Cimahi, 2 Mei 2026 – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melakukan kunjungan ke SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi dalam kegiatan Jumpa Tokoh Nasional, Jumat (2/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus penguatan nilai pendidikan, kepemimpinan, dan kebangsaan bagi para siswa.

Dalam pembekalannya, Faisal menekankan bahwa pemikiran besar dalam dunia pendidikan lahir dari proses belajar bersama. Ia mencontohkan Ki Hajar Dewantara yang mengembangkan gagasan melalui diskusi dalam komunitas “Perkumpulan Selasa Kliwon”.

“Pemikiran-pemikiran besar dari Ki Hajar Dewantara itu tidak lahir dari pikiran beliau sendiri, tapi merupakan hasil berdiskusi dengan komunitas yang dinamakan Perkumpulan Selasa Kliwon, wadah peer learning untuk mereka berdiskusi, saling menantang, dan sebagainya, hingga lahirlah pemikiran-pemikiran besar Ki Hajar Dewantara yang masih kita pakai hingga sekarang,” ujar Faisal.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan kehidupan para siswa Taruna Nusantara yang memiliki ikatan kuat dalam komunitas alumni. Menurutnya, ikatan tersebut tidak berhenti saat lulus, tetapi menjadi modal penting dalam membangun jejaring, pengabdian, dan kontribusi bagi bangsa.

“Saya yakin bahwa komunitas ini akan menumbuhkan rasa persaudaraan, pengabdian, dan dorongan bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Bukan berani menjadi yang terbaik, tapi memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa masa muda merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas. Menurutnya, keberhasilan Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya, baik dari sisi intelektual, fisik, maupun karakter.

Ia juga membagikan prinsip hidup yang dipegangnya sejak muda, yakni menjadikan setiap orang sebagai guru dan setiap tempat sebagai ruang belajar. Menurutnya, pengalaman di lingkungan sekolah, termasuk kegiatan praktik seperti budidaya ternak dan pertanian, merupakan bagian dari proses pembelajaran kehidupan yang utuh.

“Kita belajar bukan hanya untuk lulus sekolah. Semua yang kita pelajari, bahkan yang tidak kita tekuni secara langsung, adalah fondasi untuk masa depan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa, termasuk dalam penguasaan teknologi. Ia menegaskan bahwa integritas dan kompetensi harus dibangun sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas.

Selain memberikan motivasi, Kepala BMKG juga menyampaikan edukasi kebencanaan kepada para siswa, khususnya terkait potensi gempa bumi di wilayah Cimahi yang berada dekat dengan Sesar Lembang. Ia menjelaskan bahwa BMKG telah mengembangkan Earthquake Early Warning System (EEWS) yang mampu memberikan peringatan beberapa detik sebelum guncangan terasa.

Ia mengingatkan pentingnya mitigasi risiko melalui pembangunan yang tahan gempa serta kesiapsiagaan individu. Para siswa juga telah mendapatkan pengalaman langsung melalui simulasi gempa menggunakan mobil simulator BMKG.

“Kalau kita berada di wilayah rawan gempa, bukan berarti kita harus menjauh, tetapi kita harus mampu beradaptasi dan memitigasi risikonya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Ardiansyah, menyampaikan bahwa kehadiran Kepala BMKG dalam kegiatan jumpa tokoh nasional yang bertepatan dengan momentum Hardiknas menjadi inspirasi tersendiri bagi para siswa.

“Hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan menghadirkan seorang guru. Bukan hanya akademisi, tetapi juga praktisi yang telah berkontribusi di dunia pendidikan dan pemerintahan,” ujarnya.

Ia berharap pembekalan tersebut dapat membuka wawasan siswa, termasuk dalam melihat peluang melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) sebagai salah satu pilihan masa depan.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran BMKG, antara lain Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab, Penasihat BMKG Muslim Andri Setiadi, Ketua STMKG Deni Septiadi, serta Koordinator UPT BMKG Provinsi Jawa Barat Teguh Rahayu. Kehadiran Taruna STMKG juga semakin memperkuat interaksi dan inspirasi bagi para siswa.

Melalui kegiatan ini, BMKG berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan literasi sains, dan kebencanaan bagi generasi muda, sekaligus menanamkan nilai integritas, kepemimpinan, dan semangat belajar sepanjang hayat dalam menghadapi tantangan masa depan.

Hubungi via WhatsApp