Bandung, 3 Juli 2026 – Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, dianugerahi penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Penghargaan ini diberikan bertepatan dengan momentum Peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI) yang dilaksanakan setiap tanggal 3 Juli.
Dr. Ardhasena menerima penghargaan ini dengan rasa hormat yang mendalam. Ia menegaskan bahwa apresiasi tersebut menjadi pemantik untuk terus memperkuat kedaulatan sains demi ketangguhan iklim bangsa.
“Pengetahuan yang selama ini saya pelajari dan pengalaman yang saya jalani semuanya bermuara pada tanggung jawab: bagaimana sains dan layanan iklim diperuntukkan kemaslahatan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan. Terima kasih ITB, mari kita terus memperkuat kedaulatan sains untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global,” kata Ardhasena di Bandung, Jumat (3/7).
Penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama merupakan tanda kehormatan tertinggi yang diberikan ITB kepada individu atau institusi yang telah menunjukkan kontribusi luar biasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan humaniora di tingkat internasional, nasional dan institusi pendidikan. Dr. Ardhasena dinilai berhasil dalam kepemimpinan bidang klimatologi di dunia khususnya di World Meteorological Organization (WMO) dan berhasil menjembatani kebutuhan layanan iklim operasional di tingkat nasional maupun internasional melalui integrasi dengan ekosistem akademik di Indonesia dan beberapa negara lain di dunia.
Lahir dan tumbuh sebagai alumni Matematika ITB, perjalanan akademik Dr. Ardhasena menggambarkan sebuah koleksi keilmuan yang kaya. Memiliki latar belakang pendidikan lanjutan di bidang Engineering Mathematics dan Nanoteknologi dari University of Twente, Belanda, hingga penguatan kompetensi strategik melalui materi-materi di Harvard Business School, Ardhasena berhasil membawa perspektif global yang multidisipliner ke dalam tubuh BMKG.
Dalam kapasitasnya sebagai Deputi Bidang Klimatologi BMKG, kepemimpinan ilmiah dan profesional Dr. Ardhasena tidak hanya dirasakan di ranah birokrasi, tetapi berdampak langsung pada ruang-ruang kelas pascasarjana di beragam universitas. Dedikasi tersebut diwujudkan secara nyata melalui keterlibatan aktif sebagai ko-pembimbing hingga saat ini bagi hampir 90 orang mahasiswa program magister (S2) dan doktoral (S3), serta pendampingan akademik dalam berbagai proyek penelitian strategis.
Lebih dari sekadar bimbingan akademik, Dr. Ardhasena membuka sekat pemisah antara dunia teori dan praktik lapangan dengan memfasilitasi integrasi terhadap data dan infrastruktur pemantauan iklim, serta lingkungan operasional BMKG untuk mendukung riset pascasarjana. Langkah nyata ini memberikan dampak langsung terhadap lompatan kualitas riset ilmu kebumian dan atmosfer, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta perluasan kerja sama kelembagaan antara BMKG dan beragam perguruan tinggi.
ITB secara resmi menggelar Sidang Terbuka Peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI) di Aula Barat, Kampus ITB Ganesha, Jumat (3/7). Momentum bersejarah ini menjadi ajang refleksi perjalanan lebih dari satu abad pendidikan teknik nasional, sekaligus meneguhkan komitmen ITB dalam melahirkan inovasi sains dan teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
Peringatan PTTI yang jatuh setiap tanggal 3 Juli ini merujuk pada rekam jejak berdirinya Technische Hoogeschool te Bandoeng pada tahun 1920 silam, yang menjadi cikal bakal lahirnya pendidikan tinggi teknik di tanah air. Di tengah perubahan global yang bergerak cepat, perayaan ke-106 ini bukan sekadar penanda usia, melainkan simbol adaptabilitas ITB dalam menjaga relevansi keilmuan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menjawab tantangan zaman.
Sinergi dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan tersebut kemudian diabadikan melalui penganugerahan 2 kategori penghargaan prestisius, Ganesa Widya Jasa Adiutama dan Ganesa Wirya Jasa Adiutama kepada para tokoh dan mitra strategis dari berbagai sektor, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga industri.
Selain Dr. Ardhasena beberapa tokoh lain yang menerima penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama diantaranya Professor Zhang Baohua (Tsinghua University), Professor Nicholas Rawlinson (University of Cambridge), Prof. Bayu Jaya Wardhana (Rijksuniversiteit Groningen), S.T., M.Eng., DIC, Ph.D, Prof. Benny Tjahjono, Ph.D. (Coventry University), dan Tri Mumpuni.
Sementara penghargaan ketagori Ganesa Wirya Jasa Adiutama diberikan kepada Destry Damayanti, S.E., M.Sc. (Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia), Ir. Simon Aloysius Mantiri, S.T., M.B.A (Direktur Utama Pertamina), Dr. Safitri Siswono, S.T., M.M., dan Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc.
Melalui peringatan ke-106 PTTI, ITB menegaskan visinya untuk terus menjadi institusi pionir yang adaptif, penghela inovasi yang humanis, serta berfokus pada kolaborasi aktif demi pembangunan berkelanjutan. Pun, melalui momentum penghargaan ini, sinergi kelembagaan antara ITB dan BMKG diharapkan kian erat dan kokoh demi mendukung kedaulatan sains dan ketangguhan iklim nasional di masa depan.