Kembali ke Berita

BMKG dan AirNav Indonesia Perkuat Integrasi Data Meteorologi dan Navigasi Penerbangan untuk Dukung Keselamatan Penerbangan Nasional

Ibrahim
BMKG dan AirNav Indonesia Perkuat Integrasi Data Meteorologi dan Navigasi Penerbangan untuk Dukung Keselamatan Penerbangan Nasional

Jakarta, 2 Juli 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI/AirNav Indonesia) memperkuat sinergi dalam mendukung keselamatan dan efisiensi penerbangan nasional melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Ke-4 BMKG–AirNav Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Mengusung tema “Akselerasi Integrasi Data Meteorologi dan Sistem Navigasi Penerbangan guna Mewujudkan Seamless Air Traffic Management”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi kedua institusi dalam pengembangan layanan meteorologi penerbangan dan navigasi udara yang semakin terintegrasi.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menegaskan bahwa kerja sama antara BMKG dan AirNav Indonesia telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan penerbangan nasional. Melalui dukungan sektor penerbangan, BMKG terus memperkuat kapasitas layanan meteorologi penerbangan melalui pembangunan infrastruktur pengamatan cuaca, peningkatan kualitas data, serta pengembangan sumber daya manusia.

Saat ini, BMKG telah mengoperasikan sekitar 196 sistem pengamatan cuaca otomatis di 181 bandara. Infrastruktur tersebut didukung berbagai peralatan pengamatan cuaca penerbangan, termasuk radar cuaca dan sistem deteksi potensi gangguan cuaca yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Selain itu, BMKG juga mengoperasikan 29 stasiun radiosonde dan 43 radar cuaca untuk mendukung layanan meteorologi penerbangan.

“Capaian ini turut mendukung keberhasilan Indonesia dalam memenuhi standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (The International Civil Aviation Organization / ICAO), yang tercermin dari nilai performa Indeks OPMET Indonesia di atas 0,95. Ini bukan hanya capaian BMKG, tetapi capaian Indonesia yang merupakan hasil kerja bersama BMKG, AirNav Indonesia, dan Kementerian Perhubungan,” ujar Guswanto.

Lebih lanjut, Guswanto menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi fokus dalam rapat koordinasi, antara lain percepatan pertukaran data meteorologi, pengembangan layanan prakiraan cuaca berbasis dampak untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan, serta percepatan penyelesaian kerja sama teknis di tingkat operasional.

“Sinergi BMKG dan AirNav menjadi fondasi yang kokoh untuk masa depan penerbangan Indonesia yang aman, efisien, dan berdaya saing internasional,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, menyampaikan bahwa Rakor Ke-4 ini merupakan kelanjutan dari Rakor sebelumnya yang telah menghasilkan berbagai komitmen dan kesepakatan dalam peningkatan layanan meteorologi penerbangan yang terintegrasi dengan layanan navigasi penerbangan.

Menurutnya, Rakor tahun ini bertujuan meninjau progres tindak lanjut kesepakatan yang telah dicapai, menyusun rencana kerja bersama, memperkuat regulasi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Berbagai agenda yang dibahas meliputi evaluasi kerja sama BMKG dan AirNav Indonesia, perkembangan kebijakan dan regulasi, inovasi teknologi penerbangan, integrasi sistem dan pertukaran data operasional, hingga peningkatan kompetensi personel kedua institusi. Selain itu, Rakor juga membahas koordinasi layanan meteorologi penerbangan serta pengembangan fitur terbaru pada sistem informasi yang mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan.

Sebagai inovasi baru, BMKG dan AirNav Indonesia turut memperkenalkan Dashboard Rakor BMKG–AirNav yang akan digunakan sebagai sarana pemantauan dan evaluasi progres program kerja kedua institusi secara terukur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setyo Anggoro, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terjalin dengan BMKG. Menurutnya, integrasi data meteorologi memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional.

Ia menjelaskan bahwa AirNav Indonesia telah mengembangkan sistem layanan lalu lintas udara yang memungkinkan petugas pengatur lalu lintas penerbangan memanfaatkan informasi cuaca secara lebih komprehensif dalam pengambilan keputusan operasional. Salah satu hasil nyata kolaborasi kedua institusi adalah integrasi data radar cuaca BMKG ke dalam sistem pemantauan lalu lintas udara AirNav Indonesia, sehingga informasi cuaca dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam mendukung keselamatan dan efisiensi penerbangan.

“Kami meyakini bahwa kolaborasi yang semakin erat antara AirNav dan BMKG akan mendorong kemajuan sistem navigasi penerbangan Indonesia. Dengan dukungan data meteorologi yang akurat dan terintegrasi, pengelolaan lalu lintas udara dapat dilakukan secara lebih aman, efisien, dan adaptif terhadap dinamika cuaca,” ujarnya.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dilakukan pada kesempatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat landasan hukum kolaborasi antara BMKG dan AirNav Indonesia sekaligus mempercepat implementasi berbagai program integrasi layanan meteorologi dan navigasi penerbangan.

Melalui penguatan sinergi ini, BMKG dan AirNav Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi dan navigasi penerbangan guna mendukung terwujudnya sistem penerbangan nasional yang aman, efisien, terintegrasi, dan berstandar internasional.

Berita Lainnya

BMKG dan AirNav Indonesia Perkuat Integrasi Data Meteorologi dan Navigasi Penerbangan untuk Dukung Keselamatan Penerbangan Nasional

BMKG dan AirNav Indonesia Perkuat Integrasi Data Meteorologi dan Navigasi Penerbangan untuk Dukung Keselamatan Penerbangan Nasional

Baca selengkapnya
BMKG Dorong Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

BMKG Dorong Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Baca selengkapnya
Hubungi via WhatsApp