
Kembali ke Berita
BMKG Sambut Siswa-siswi SD Paradisa Cendika, Perluas Ilmu Cuaca dan Iklim di Indonesia
19 January 2026
Annisa Amalia Zahro
Berita

Jakarta, 15 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kedatangan rombongan dari SD Paradisa Cendika selama dua hari berturut-turut, yakni pada Rabu-Kamis, 14-15 Januari 2026. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti kunjungan, walaupun cuaca terlihat mendung dan turun hujan.
Adik-adik dari Cibubur itu diajak untuk melihat alat-alat pemantau cuaca di Taman Alat Meteorologi. Beberapa peralatan yang bisa ditemukan seperti panci penguapan yang berfungsi mengukur besarnya penguapan air dalam sehari, campbell stoke untuk mengukur lamanya penyinaran matahari selama satu hari melalui bola kaca yang memantulkan sinar matahari hingga membakar kertas plas, serta penakar hujan OBS untuk mengukur jumlah curah hujan dalam sehari secara manual.
Rombongan bergerak ke Galeri B.A.I.K, di mana adik-adik diajak mempelajari tentang Warning Stripes Indonesia, yaitu grafik yang menggambarkan perubahan suhu tiap tahun berbentuk deretan garis berwarna, serta pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman perubahan iklim. Tak kalah menarik, proses siklus hidrologi dikenalkan secara interaktif, tentang bagaimana proses pergerakan air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi.
Keseruan meningkat ketika adik-adik SD Paradisa Cendekia mencoba Simulator Gempa Bumi yang menciptakan pengalaman gempa bumi dan mempelajari bagaimana kesiapsiagaan saat menghadapi gempa bumi. Tampak para siswa kelas 1 tersebut dengan sigap melindungi kepala mereka dengan semangat.
Kegiatan belum berakhir, waktunya menuju ke Ruang Media Center untuk mendengarkan materi tentang Cuaca dan Iklim dari para ahli di BMKG.
Kak Miftah Ali dari Deputi Bidang Meteorologi BMKG mengajak adik-adik menebak, “Apa saja cuaca di Indonesia yang kalian tahu?”
Dengan semangat, seluruh siswa di ruangan tersebut mengangkat tangan dan bersahutanmenjawab pertanyaan tersebut. Kak Miftah pun menjelaskan apa saja cuaca yang sering dialami di indonesia, mulai dari cerah, cerah berawan, berawan, berawan tebal, petir, hujan ringan, hujan sedang, hujan lebat, hujan petir, udara kabur, hingga kabut atau asap.
“Ternyata, cuata tidak hanya dua atau tiga saja, ya, tapi ada sebelas!” ujar Miftah.
Usai mengenal macam-macam cuaca, Kak Mia dan Pak Kadarsah dari Deputi Bidang Klimatologi memberikan penjelasan lebih luas tentang atmosfer, mulai dari pengertian iklim, perbedaan iklim dan cuaca, serta klasifikasi iklim di dunia, seperti iklim tropis, subtropis, sedang, dan iklim dingin.
“Musim negara-negara lain berbeda dengan kita karena perbedaan klasifikasi iklim. Itulah kenapa ada banyak jenis musim di dunia, seperti musim hujan, musim salju, musim kemarau, musim panas, musim semi, dan musim gugur,” terang Kak Mia.
Semangat seluruh peserta tak padam hingga akhir materi berkat keseruan yang dibangun para narasumber serta rentetan kuis yang menantang untuk dijawab. Kegiatan ditutup dengan suara bahagia adik-adik dan pemberian sumbangan buku untuk perpustakaan BMKG.






