BMKG Siap Perkuat Monitoring dan Mitigasi Bencana di Provinsi Jawa Tengah

  • Hatif Thirafi
  • 16 Feb 2020
BMKG Siap Perkuat Monitoring dan Mitigasi Bencana di Provinsi Jawa Tengah

Semarang - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meninjau posko terpadu siaga banjir Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Jum'at (14/2).

Posko ini terbentuk atas inisiatif Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam menghadapi cuaca ekstrem yang akan terjadi selama musim penghujan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yg diwakili oleh Stasiun Klimatologi Semarang, Stasiun Meteorologi Ahmad Yani, dan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas terlibat aktif dalam memberikan informasi MKG serta peringatan dini cuaca ekstrem secara valid dan aktual selama keberlangsungan posko.

Kepala BMKG didampingi Kepala Balai Wilayah II dan kepala UPT di Jawa Tengah dan DIY disambut oleh Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sudaryanto menerima penjelasan terkait tugas harian pihak2 terkait dalam posko tersebut.

Dalam diskusi yang berlangsung, Sudaryanto menjelaskan bahwa posko ini akan memperbarui dan memvalidasi kondisi terkini cuaca dan kebencanaan di Provinsi Jawa Tengah. Melalui informasi yang diperoleh langsung dari petugas BMKG, BPBD akan segera menindaklanjuti dan berkomunikasi dengan kabupaten/kota agar segera melakukan langkah antisipasi maupun penanganan.

Dwikorita mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam merespon informasi yang diberikan oleh BMKG terkait potensi cuaca ekstrem selama musim hujan.

"Saya rasa ini terobosan yg sangat luar biasa. Dan pemerintah daerah lain perlu mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi resiko bencana akibat cuaca ekstrem dan gempa bumi," ujar Dwikorita.

BMKG saat ini telah memasang beberapa alat pemantau cuaca di provinsi Jawa Tengah seperti AWS, ARG, radar cuaca, serta AWOS untuk mengawal keselamatan penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang. Selain itu juga telah dipasang sensor-sensor gempa di beberapa titik, termasuk di kawasan Candi Borobudur yang menjadi prioritas pariwisata.

Dalam kesempatan berikutnya, Dwikorita bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mendiskusikan tindak lanjut mitigasi bencana geo-hydrometeorologi di wilayah Jawa Tengah serta kesiapan BMKG Jawa Tengah dalam mendukung hal tersebut.. Dalam pertemuan tersebut, Dwikorita menyerahkan buku Katalog Gempa Bumi dan Tsunami kepada Ganjar Pranowo.

"Aktifitas kegempaan di wilayah Semarang dan sekitarnya ini termasuk tinggi, sehingga diperlukan kegiatan mikrozonasi untuk mendukung dan membangun bangunan tahan gempa yang sesuai," kata Dwikorita.

Dwikorita menambahkan, BMKG telah mengeluarkan peta mikrozonasi wilayah Kota Semarang dan diserahkan ke pemerintah provinsi Jawa Tengah. Sebagai tindak lanjut, perlu dilakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk pemeriksaan kondisi bangunan-bangunan vital seperti rumah sakit, gedung pemerintah, serta kawasan publik yang berada dalam zona-zona rawan. Nantinya, peta mikrozonasi ini dapat digunakan sebagai referensi dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah dan pembangunan infrastruktur di Kota Semarang.

Terkait dengan mikrozonasi, BMKG telah memasang 15 sensor di Jawa Tengah, 6 sensor di antaranya khusus untuk memantau pergerakan patahan Kendeng. BMKG saat ini telah memasang beberapa alat pemantau cuaca seperti AWS, ARG, serta AWOS untuk mengawal keselamatan pernerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Dwikorita juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam merespon informasi yang dikeluarkan oleh BMKG terkait potensi cuaca ekstrem selama musim penghujan.

Menyikapi apa yang telah disampaikan, Ganjar Pranowo sepakat dengan Kepala BMKG. Menurut Ganjar, monitoring cuaca sangat penting untuk keperluan mitigasi bencana khususnya bencana hidrometeorologi. Mengingat Jawa Tengah memiliki banyak daerah yang berpotensi banjir dan longsor, Ganjar berjanji akan membantu upaya BMKG dalam memperkuat upaya monitoring dan mitigasi bencana di Jawa Tengah.

Gempabumi Terkini

  • 05 Apr 2020, 07:15 WIB
  • 4.9
  • 60 km
  • 9.02 LS - 113.04 BT
  • Pusat gempa berada di laut 100 km barat daya Lumajang
  • Dirasakan (Skala MMI):
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 100 km barat daya Lumajang
  • Dirasakan (Skala MMI):
  • Selengkapnya →

Siaran Pers