Peresmian Operasional Radar Cuaca Di Stasiun Meteorologi Klas III Frans Seda, Maumere, NTT
Rozar Putratama
Berita Utama
Maumere –Indonesia berada di wilayah tropis dengan karakteristik pola cuaca yang cukup unik dibandingkan dengan wilayah yang berada di lintang lainnya, dimana cuaca dapat berubah secara cepat dalam periode beberapa jam saja. Bahkan dalam kondisi tertentu, cuaca dapat terjadi dengan intensitas yang cukup ekstrim, sehingga dapat menimbulkan kejadian hujan sangat lebat yang terkadang disertai petir, putting beliung, anging kencang hingga hujan es.
Berdasarkan catatan data historis kejadian bencana dari BNPB dari tahun 2001-2017, kejadian bencana di wilayah Indonesia umumnya di dominasi oleh bencana hidrometeorologis (berkaitan dengan cuaca). Kondisi ini menunjukkan bahwa cuaca di wilayah Indonesia memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap tingkat keseringan kejadian bencana alam di Indonesia.
Kondisi tersebut di atas tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi BMKG sebagai lembaga Pemerintah yang memiliki kewenangan dalam hal penyediaan layanan informasi cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrim bagi masyarakat. Tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana menyediakan informasi peringatan dini cuaca, sehingga dapat meminimalisir resiko yang disebabkan oleh bencana hidrometeorologis tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperkuat sistem dan infrastruktur yang dapat mendukung layanan tersebut. Salah satu program BMKG adalah dengan melakukan pembangunan radar cuaca di seluruh provinsi Indonesia.
Rabu (23/8), Kepala BMKG Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng beserta Bupati Sikka Drs. Yoseph Anshar , Deputi Bidang Meteorologi BMKG Dr. Yunus S Swarinoto, M.Si dan anggota Komisi V DPR RI Dapil Flores Syahrulan Pua Sawa , melakukan kegiatan peresmian operasional radar cuaca BMKG yang terletak di sekitar Bandara Frans Seda, Maumere .
Karakteristik dari radar yang diresmikan oleh Kepala BMKG dan Bupati Sikka ini memiliki jangkauan wilayah pengamatan pada radius 150-240 km, sangat baik untuk pemantauan potensi hujan secara real time di wilayah cakupannya, sehingga sangat berguna dalam proses pembuatan informasi peringatan dini cuaca ekstrim.
Sebagai bagian dari dukungan BMKG bagi kegiatan pemerintah dan masyarakat NTT di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial budaya dan kepariwisataan telah dibangun sebanyak 2 radar cuaca di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu di Kupang yang dibangun tahun 2008 dan di Maumere pada tahun 2015.
Program pembangunan radar cuaca ini merupakan salah satu pembangunan yang masuk dalam kategori prioritas nasional dan sejalan dengan program Pemerintah terkait bidang kebencanaan yang memiliki tujuan untuk pengurangan resiko, terutama bencana akibat faktor hidrometeorologis.
Hingga tahun 2017 ini, BMKG telah membangun radar cuaca di 41 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Aceh hingga Merauke. Jumlah ini masih jauh dibandingkan dengan rencana pembangunan radar cuaca hingga 60 lokasi. Meskipun demikian, BMKG tetap berupaya dengan kondisi yang ada untuk tetap memberikan layanan informasi cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrim yang cepat, tepat dan akurat.
Penandatanganan Di Batu Prasasti Tanda Diresmikannya radar cuaca di Maumere
BMKG dan CLS Resmi Tandatangani Penyerahan FDDD Proyek MMS2 Paket 3, Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Nasional
Jakarta, 2 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan penyedia teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), secara resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis (2/4/2026) ini menjadi tonggak penting […]
Baca selengkapnya
Pascagempabumi M 7.6, BMKG Sampaikan Analisis dan Timeline Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7,6 yang digelar di Ruang Command Center, Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Baca selengkapnya
Executive Secretary CTBTO Kunjungi BMKG, Perkuat Kolaborasi Teknologi untuk Pemantauan Seismik Global
BMKG menerima kunjungan resmi Executive Secretary Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO), Robert Floyd, di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (1/4/2026)