Kembali ke Artikel

Model Kinematika Sumber Gempa Bumi Flores 2026 Mw 7,7 dan Kompleksitas Rangkaian Gempa Bumi di Sesar Naik Flores

Dian Endah

Penulis:

  1. Dimas Salomo J. Sianipar
  2. Yopi R. Serhalawan
  3. Gatut Daniarsyad
  4. M. Najib Syami Muqtadir
  5. Mawar Putri Wardiana
  6. Wijayanto
  7. Nelly Florida Riama

Pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04:58 WIB (05:58 WITA), terjadi gempa bumi tektonik dengan magnitudo Mw 7,7 di utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mekanisme sumber (focal mechanism) gempa yang dihasilkan oleh BMKG menunjukkan tipe penyesaran naik (thrust fault) dengan orientasi berarah barat-timur yang merupakan tipikal gempa yang terjadi di Sesar Naik Flores (Flores Thrust) (Gambar 1). Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga beberapa hari pascagempa, kejadian ini menyebabkan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka, serta memaksa ribuan warga mengungsi, terutama di Kabupaten Sikka, Nagekeo, dan Manggarai. Kerusakan signifikan tercatat pada rumah warga, fasilitas pendidikan dan kesehatan, kantor pemerintahan, serta infrastruktur transportasi. Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan serta sejarah panjang kegempaan merusak di sepanjang Sesar Naik Flores, pemahaman menyeluruh mengenai bagaimana proses robekan (rupture) gempa bumi ini terjadi menjadi sangat penting. Pemodelan kinematika sumber gempa bumi diperlukan agar karakteristik robekan batuan yang terjadi dapat dipahami, sehingga menjadi dasar ilmiah untuk menjelaskan pola guncangan yang dirasakan, potensi tsunami yang ditimbulkan, serta menjadi bahan pembelajaran bagi upaya mitigasi bencana gempa bumi di masa mendatang.

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Artikel Lainnya

Analisis Data Magnet Bumi Sebagai Prekursor Gempabumi: Mengupas Pola Anomali di Balik Gempa Kuat Flores M 7.7

Baca selengkapnya
Hubungi via WhatsApp