Kembali ke Artikel

Melihat Jejak Guncangan Gempabumi Flores M7,7 Melalui Peta Isoseismal

Dian Endah

Penulis:

  1. Teguh Rahayu
  2. Fajri Syukur Rahmatullah
  3. Robby Wallansha
  4. Rahmat Triyono
  5. Teuku Faisal Fathani
  6. Nelly Florida Riamma
  7. Tim Survei Mikrozonasi

Dari Titik Pengamatan Menjadi Pola Guncangan

Ketika sebuah gempabumi terjadi, informasi yang muncul biasanya berupa magnitudo, kedalaman, dan lokasi episenter. Namun, angka-angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan apa yang dirasakan masyarakat di permukaan. Guncangan yang sama dapat memberikan pengalaman yang berbeda di lokasi yang berbeda. Karena itu, pengamatan di lapangan menjadi penting untuk melihat dampak nyata dari sebuah kejadian gempa.

Pada 15 Agustus 2026, gempabumi Flores M7,7 mengguncang Pulau Flores dan wilayah sekitarnya. Setelah kejadian tersebut, informasi mengenai intensitas guncangan dikumpulkan dari berbagai lokasi. Informasi inilah yang kemudian digunakan untuk menyusun peta isoseismal.

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Artikel Lainnya

Hubungi via WhatsApp