- Tim Direktorat Seismologi Teknik Geofisika potensial dan Tanda Waktu
- Pusat Standardisasi Instrumen MKG
- Stasiun Geofisika Bandung
Menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai suara dentuman yang terdengar di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya pada hari Sabtu, 5 September 2026, rentang pukul 00.30 hingga 05.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan analisis tingkat lanjut. Analisis tersebut didasarkan pada pemantauan data aktivitas magnet bumi, petir serta kondisi dinamika atmosfer.
Berdasarkan pencatatan data magnet bumi yang terekam pada Stasiun Geofisika Lampung Selatan (LPS), Serang (SRG), Sukabumi (SKB), dan Tretes (TRT) terdapat gangguan yang ditandai penguatan warna merah pada spektogram yang berkesesuaian dengan waktu letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) seperti tampak pada gambar 1. Hal ini menegaskan bahwa aktivitas erupsi vulkanik menghasilkan gelombang elektromagnetik berfrekuensi rendah yang mampu terekam dari jarak jauh. Propagasi gelombang ini memungkinkan munculnya gelombang kinetik kejut yang menjalar ke segala arah, dan berpotensi menjadi energi plasma yang terlepas sebagai dentuman di langit (Skyquake) apabila kondisi atmosfer mendukung. Temuan ini semakin valid dengan adanya visualisai pada gambar 2, di mana gangguan geomagnetik terekam dengan jelas dan sebaran petir vulkanik terpusat di sekitar GAK, yang mengonfirmasi bahwa erupsi merupakan satu-satunya sumber suara pada dini hari itu.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.