Mengenal Gas Rumah Kaca (GRK), Penyebab Utama Pemanasan Global
Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas-gas di atmosfer yang berfungsi menahan panas Matahari agar Bumi tetap hangat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.
Kembali ke Artikel
Penulis:
Secara geografis, Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Pasifik. Pertukaran massa udara serta interaksi atmosfer dan laut yang terjadi di wilayah tersebut berpengaruh terhadap iklim Indonesia.
Salah satu fenomena global interaksi atmosfer – laut yang terjadi di Samudera Pasifik dan menjadi climate driver di Indonesia adalah El Nino – Southern Oscillation (ENSO). ENSO terbagi dalam dua kejadian yaitu fase dingin (La Nina) dan fase hangat (El Nino).
La Nina dan El Nino dapat menyebabkan musim kemarau dan musim hujan di Indonesia bersifat lebih basah atau lebih kering. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami anomali iklim ini dan berbagai istilah yang berkaitan dengannya. Untuk menjawab keingintahuan masyarakat terkait La Nina yang sedang terjadi pada kuartal akhir 2020 ini, kami menyusun buku “Tanya Jawab: La Nina, El Nino dan Musim di Indonesia”. Buku ini memuat informasi tentang penyebab, mekanisme, historis, dan berbagai pertanyaan lain yang berkaitan dengan La Nina, El Nino dan dampaknya secara umum terhadap musim hujan dan musim kemarau di Indonesia.
Harapan kami buku ini dapat bermanfaat dan menjadi sarana literasi bagi masyarakat luas sehingga diperoleh pemahaman dan kesadaran yang lebih baik serta dapat mengantisipasi dampak La Nina dan El Nino di berbagai sektor.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.
Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas-gas di atmosfer yang berfungsi menahan panas Matahari agar Bumi tetap hangat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.
Kualitas udara adalah ukuran kebersihan udara dari polutan, yaitu zat-zat kecil tak kasat mata yang dapat membahayakan kesehatan saat terhirup. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Belum cukup sebulan pasca gempa Poso magnitudo 5,7 Mw pada 24 Juli lalu yang menimbulkan banyak kerusakan, gempabumi signifikan kembali mengguncang wilayah Poso dan sekitarnya dengan magnitudo yang hampir sama yakni 6,0 (update 5,8 Mw).