Buletin Informasi Prakiraan Iklim untuk Perkebunan Sawit edisi Juni 2026 memuat analisis curah hujan Mei 2026 dan prediksi hujan untuk periode bulan Juli hingga September 2026. Buletin ini juga mencakup analisis dinamika atmosfer dan laut, prediksi ENSO, IOD, monsun, suhu muka laut (SST), ketersediaan air untuk tanaman, serta indeks kesesuaian iklim untuk titik panas kebakaran hutan dan lahan.
Analisis hujan mencakup kondisi faktual curah hujan Mei 2026 dan analisis khusus untuk wilayah Perkebunan Sawit, berdasarkan data observasi BMKG, pos hujan kerja sama di seluruh Indonesia, dan data satelit GSMaP. suhu muka laut di Samudra Hindia menunjukkan indeks IOD sebesar –0,56, sedangkan anomali suhu muka laut di wilayah Pasifik Tengah Ekuator (wilayah Nino3.4) menunjukkan nilai +1,00 (El Nino Condition). Kondisi suhu muka laut di perairan Indonesia cenderung hangat yang terpantau di Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda, Selat Karimata, perairan utara Sulawesi hingga Papua.
Prediksi hujan untuk periode bulan Juli hingga September 2026 disajikan pada halaman 12-15, menunjukkan wilayah Indonesia umumnya diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.
Selanjutnya pada bagian akhir, buletin ini menampilkan rekomendasi prediksi curah hujan dan sifat hujan untuk wilayah Perkebunan Sawit, serta analisis dan prediksi tingkat ketersediaan air bagi tanaman dan indeks kesesuaian iklim untuk kejadian titik panas kebakaran hutan dan lahan. Diharapkan pengguna dapat merujuk pada informasi terbaru yang dikeluarkan oleh BMKG setiap bulan sebagai pembaruan dari prediksi sebelumnya.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.