Buletin edisi Agustus 2026 memuat informasi tentang analisis curah hujan yang terjadi pada bulan Juli 2026 dan prediksi hujan 3 (tiga) bulan ke depan yaitu hujan bulan September hingga November 2026. Dalam buletin ini juga dibahas analisis dinamika atmosfer dan laut serta prediksi El Niño Southern Oscilation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), Monsun dan suhu muka laut (SST) perairan Indonesia.
Analisis hujan yang disajikan pada halaman 3 menunjukkan kondisi faktual curah hujan yang terjadi selama bulan Juli 2026, berdasarkan data observasi dari stasiun BMKG, pos hujan kerja sama yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan data satelit Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP). Pada bulan Juli 2026, anomali suhu muka laut di Samudra Hindia menunjukkan indeks IOD Netral sebesar 0,24, sedangkan anomali suhu muka laut di wilayah Pasifik Tengah Ekuator (wilayah Nino3.4) menunjukkan nilai +2,22. Kondisi suhu muka laut di perairan Indonesia
cenderung normal dengan anomali hangat masih terpantau di wilayah perairan utara Kalimantan, Selat Makassar, Laut Arafuru dan perairan utara Papua
Prediksi hujan untuk 3 (tiga) bulan ke depan yaitu periode September hingga November 2026 disajikan pada halaman 8 s/d 9 yang memuat prediksi curah hujan dan sifat hujan. Pada September hingga November 2026, wilayah Indonesia umumnya diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.
Selanjutnya untuk keperluan operasional di lapangan, masyarakat diharapkan mengacu pada informasi terbaru yang dikeluarkan BMKG setiap bulan yang merupakan pemutakhiran dari prediksi sebelumnya.
– Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.